Home BERITA TERBARU Limbah Berbahaya PT.BSI, Resahkan Warga Dan Cemarkan Lingkungan (bag 5)

Limbah Berbahaya PT.BSI, Resahkan Warga Dan Cemarkan Lingkungan (bag 5)

752
0
SHARE

Padang Pariaman, targetsumbar.net – Dari hasil Metedologi Penelitian Program Studi Kimia Universitas Andalas. Dimana dulunya pengambilan sampel dilakukan di PT. Bumi Sarimas Indonesia, Duku, Nagari Kasang Kec. Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada inlet, yaitu pada pintu pembuangan limbah cair pencucian kelapa (white maet), dengan jumlah sampel 200 L.

Penelitian dilanjutkan di Laboratorium Kimia Analisis Lingkungan Jurusan Kimia, Fakultas Matemetika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas Padang. Penelitian diawali dengan perakitan sitem peralatan MSL berupa bak akrilik dengan ukuran dimensi dalam (50 cm x 15 cm x 50 cm), sebelum dirakit terlebih dahulu dibersihkan. dasar bak dengan ketinggian 4 cm, diisi dengan batu kerikil (berdiameter 4 cm), lalu seluruh permukaan batu kerikil ditutup dengan plastik net.

Lapisan kedua berikutnya dengan ketinggian 4 cm diisi dengan perlit (berdiameter 2-3 mm), pada lapisan ketiga dibuat empat buah balok yang di bungkus dengan plastik net dengan komposisi tanah andosol, serbuk besi,arang, dan sekam padi (7:1:1:1) masing-masing dengan dimensi dalam (4 cm x 9cm x 15 cm) dipasang sejajar pada jarak masing-masingnya 3 cm.

Kemudian lapisan selanjutnya diisi dengan perlit setinggi 4 cm, lapisan-lapisan lain diisikan dengan cara yang sama sampai membentuk lima lapisan blok-blok campuran tanah, lalu lapisan paling atas ditutup dengan perlit setinggi 4 cm. antara lapisan ketiga dan keempat dipasang pipa aerasi (diameter 1,5 cm) dengan jarak antar lubang aerasi 5 cm, ukuran lubang aerasi 0,5 cm ( Pattnaik , et. al., 2007).

Dari hasil pantauan Target Sumbar untuk kesekian kalinya, terlihat bak penampungan dan filterisasi limbah cair PT. BSI tidak memadai dan ada yang tidak berfungsi. Selain itu, di salah satu titik sungai Batang Anai sebagian ikan ditemukan mati mengapung, selain itu ditemukan beberapa warga yang masih terpaksa memakai air sungai ini, mengalami gatal-gatal pada kulitnya. Dan apabila limbah cair PT. Bumi Sarimas Indonesia selesai dibuang kesungai Batang Anai, warna air sungai langsung berubah menjadi putih dan berbau tidak sedap.

Dilain pihak, Ketua Umum LSM PSP K3, Markus Yunior Menjelaskan bahwa perusahaan industri mempunyai kewajiban dalam upaya pencegahan atas timbulnya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup, sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1984 tentang Perindustrian dan dalam pasal 21, yang berbunyi bahwa perusahaan industri wajib melaksanakan upaya keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam serta pencegahan timbulnya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup akibat kegiatan industri yang dilakukannya. Dan kewajiban melaksanakan upaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikecualikan bagi jenis industri tertentu dalam kelompok industri kecil, maka perusahaan besar PT. Bumi Sarimas Indonesia wajib mentati UU tersebut, tutupnya. Bersambung (Akmal)