Home BERITA TERBARU Asal Jadi Pengerjaan Proyek Pengendalian Banjir Batang Gumanti Ala PT. Surya Pratama...

Asal Jadi Pengerjaan Proyek Pengendalian Banjir Batang Gumanti Ala PT. Surya Pratama Natural (Eds 02)

274
0
SHARE

Kab. Solok, targetsumbar.net – Pekerjaan pemasangan batu bronjong oleh kontraktor pelaksana PT. Surya Pratama Natural. Terlihat pada minggu lalu mendapatkan protes keras dari para pekerja yakni dengan melakukan aksi mogok. Para pekerja tersebut meminta kenaikan harga batu setiap perkubiknya, karena harga sebelumnya dianggap sangat dibawah standar. Alasan permintaan kenaikan harga ini disebabkan lokasi tempat pengambilan batu sudah semakin jauh.

“Kami terpaksa meminta kenaikan harga, sebab tidak seimbang dengan tenaga yang dikeluarkan namun pihak kontraktor belum menanggapinya ” jelas salah seorang pekerja warga setempat.

“Batu yang digunakan pada pekerjaan pengendalian banjir sungai Batang Gumanti ini, kebanyakan menggunakan batu-batu kecil sebesar batu mangga. Kalau pekerjaan pemasangan bronjong dilakukan seperti ini, tentunya kualitas pekerjaan tidak bakal maksimal dan sangat riskan bakal jebol dikemudian hari”. tutur warga setempat bernama Ujang.

Sedangkan konsultan pengawas atau pengawas kontruksi sangat jarang berada dilokasi proyek. Sehingga pekerjaan pemasangan bronjong terkesan makin asal jadi. Jelasnya lagi.

Sementara itu kontraktor pelaksana, Hendrik, belum bisa dikonfirmasi karena yang bersangkutan jarang berada di lokasi proyek, saat didatangi kerumahnya di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto tangah juga tidak berada ditempat. Dihubungi melalui selularnya, tidak bersedia menjawab.

Menurut Amril, Ketua LSM Penjara Sumbar. Kontraktor pelaksana harus memperhatikan metode pelaksanaan pekerjaan pemasangan bronjong. Kita ketahui bersama, spesifikasi bronjong adalah batu-batu yang diisi ke dalam jaring berbentuk keranjang yang terbuat dari besi yang telah digalvanisir, berfungsi untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi. Keranjang dari jaring tersebut mempunyai berbagai ukuran, tapi pada  prinsipnya untuk menciptakan  suatu kepadatan, fleksibel, permeable dan membentuk suatu batuan yang besar yang disatukan oleh sebuah jaring.

Selain itu, bronjong digunakan untuk menstabilisasikan slope untuk mencegah longsor, yang disebabkan oleh erosi.

“Pekerjaan pemasangan bronjong tersebut harus sesuai teknis, jika pekerjaan asal-asalan saja maka ketahanannya tidak bertahan lama. Kontraktor pelaksana harus komitmen bekerja sesuai kontrak dan konsultan pengawas harus berada dilokasi sampai pekerjaan selesai. Antara kontraktor dan semua pihak terkait jangan sampai saling bermain. Yang lebih penting lagi, proyek bronjong ini jangan dijadikan ajang korupsi, karena anggaran proyek berasal dari uang rakyat” pungkas Amril..  bersambung (Akmal/TIM).

Berita sebelumnya bisa ditemukan (klik) kategori Investigasi.