Home BERITA TERBARU Rintihan Warga Dinegeri Kaya Tambang “Sikayan Mansek”

Rintihan Warga Dinegeri Kaya Tambang “Sikayan Mansek”

344
0
SHARE

Padang, targetsumbar.net – Aktifitas produksi semen di perusahaan  PT. Semen Padang dan dilokasi tambang terlihat masih saja mencemari lingkungan sekitar. Hal ini sudah berlangsung cukup lama, hak masyarakat sekitar untuk dapat menikmati lingkungan yang sehat dan bersih, tidak lagi pernah dirasakan mereka. Artinya, kemerdekaan warga memperoleh lingkungan yang sehat dan asri seperti sudah dirampas.

Seperti yang dialami salah seorang warga kampung Sikayan Mansek di RW 01, bernama Alam Saer mengaku telah lama menderita batuk dan sesak nafas. Menurutnya, hal itu diakibatkan oleh debu kapur semen yang setiap hari dihirupnya. Dia menyadari bahwa letak rumahnya sangat dekat dengan lokasi tambang batu kapur PT. Semen Padang. Intensitas debu sangat tinggi dirasakannya terutama pada saat musim panas, debu-debu berterbangan hingga masuk kedalam rumah melalui ventilasi.

idra leo dengan warga sikayan mansek
Indra Chaniago, Ketua LSM PAKTA bersama Alam Saer warga kampung Sikayan Mansek, Kel. Batu Gadang, Kec. Lubuk Kilangan

“Saudara saya yang tinggal di komplek HO, Ranah Cubadak, mengkonsumsi obat setiap bulanya dan tidak henti-henti untuk mengobati sakit sesak nafas yang dialaminya. Sudah seharusnya PTSP memberikan bantuan biaya pengobatan kepada saudara saya itu, juga kepada warga lainnya yang tinggal disekitar lokasi tambang dan pabrik” terang Alam Saer.

Ditambahkannya, dahulunya sungai putih yang berada dibelakang kampung Sikayan Mansek sangat bersih dan bening, semua warga berketergantungan dengan air sungai itu. Namun semenjak dibangunnya chek dam milik PTSP, air sungai putih tak lagi dapat dimanfaatkan. Sedangkan air sungai Sikayan Mansek yang terletak didepan kampungnya pun mengalami nasib yang sama, bahkan lebih parah lagi apabila hujan dating, karena dicampuri full dengan limbah kapur. Terangnya  kecewa.

Dari pantaun awak media ini dilokasi, Selasa (26/7/16) terlihat settling pond tidak berfungsi, padahal kita tahu bahwa Settling Pond berfungsi sebagai tempat menampung air tambang sekaligus untuk mengendapkan partikel-partikel padatan yang ikut bersama air dari lokasi penambangan. Kolam pengendapan ini dibuat di lokasi terendah dari suatu daerah penambangan, sehingga air akan masuk ke settling pond secara alami dan selanjutnya dialirkan ke sungai melalui saluran pembuangan.

“Tidak berfungsinya settling pond tersebut, sudah berlangsung selama bertahun-tahun”. Jelas warga lainnya.

Indra Chaniago, Ketua LSM PAKTA (Perhimpunan Anti Korupsi dan Advokasi Pertanahan) Sumbar mengatakan, tentunya dengan adanya settling pond, air yang keluar dari daerah penambangan sudah bersih dari partikel padatan, sehingga tidak menimbulkan kekeruhan pada sungai atau laut sebagai tempat pembuangan akhir. Selain itu, untuk menghindari agar tidak menimbulkan pendangkalan disepanjang sungai.

“Sayangnya, proses semacam itu tidak bekerja sebagaimana mestinya karena settling pond terlihat tidak berfungsi saat saya mengunjungi lokasi tersebut” pungkas Indra Chaniago.

Dilain pihak Kabiro Humas PT. Semen Padang, Iskandar Zulkarnaen Lubis saat akan dikonfirmasi melalui selularnya, yang bersangkutan tidak mau mengangkat. Ketika dicoba mengirimkan pesan singkat via SMS, Iskandar juga tidak mau membalas. Bersambung (Akmal/TIM).