Home BERITA TERBARU DPR: Kami Tak Bisa Menahan Lagi, Ahok Sudah Keterlaluan

DPR: Kami Tak Bisa Menahan Lagi, Ahok Sudah Keterlaluan

216
0
SHARE

Jakarta, targetsumbar.com – Pernyataan kubu Basuki Tjahaja Purnama dalam sidang yang mengancam akan menggugat, Ketua Umum MUI dan Rais Am PBNU Kyai Ma’ruf Amin tidak bisa ditolerir.

“Saya anggap sudah menyerang dan mengancam pribadi beliau (KH Ma’ruf AMin). Kami sebagai kader NU kali ini tidak bisa menerima kekasaran sikap ahok yang tidak beradab menyerang pilihan, sikap dan keyakinan pribadi beliau,” kata politisi PKB Muhammad Lukman Edy dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis malam (2/2).

Dia menegaskan, kader NU selama ini selalu sabar dan menahan diri untuk tidak terlibat dalam situasi saling menebar kebencian. Mereka selalu berusaha menenangkan situasi dan tidak menambah eskalasi konflik horizontal.

“Tapi hari ini, kami tidak bisa menahan lagi, Ahok anda sudah keterlaluan, selama iniĀ  dibelain malah bikin ulah lagi, dengan mengancam pemimpin tertinggi di PBNU,” tegas Lukman Edy yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

“KH Ma’ruf Amin, selain Ketua Umum MUI, beliau juga Rais Am PBNU, pimpinan tertinggi di PBNU. Beliau Kyai yang sangat dihormati di NU bukan hanya karena kesepuhannya tetapi juga ilmunya yang dalam.”

Menurutnya, KH Ma’ruf akomodatif menyalurkan aspirasi ormas-ormas Islam dalam kasus penodaan dan penistaan agama, sehingga merelakan dirinya untuk menjadi pembela umat yang sedang marah.

“Ahok sudah keterlaluan, anda ternyata tidak bisa lama menahan aslinya karakter anda yang beringas. Hampir 3 bulan menahan diri, seakan akan menyesali perbuatan, seakan akan menjadi santun, seakan akan berhati lembut dan penuh cinta, dan seakan akan berjanji bisa lebih sopan dan beradab. Karakter aslinya keluar juga, begitu mendapat angin, malah menyerang balik tanpa memperdulikan psikologi ummat NU yang selama ini menahan diri tidak mau terlibat dalam emosi ummat Islam yang lain,” terangnya.

Selama ini, kata dia lagi, NU selalu membela Ahok karena menganggapnya bagian dari kaum minoritas yang wajib dilindungi oleh mayoritas.

“Mayoritas melindungi minoritas adalah ajaran Gus Dur, ajaran yang kami taati sampai hari ini. Tetapi kecintaan kami kepada Rais Am dan ketaatan kami kepada guru kami KH Ma’ruf Amin, yang anda bilang bersaksi bohong, bersaksi palsu, ini maksudnya apa? Sebenarnya Ahok ini maunya apa sih? Ahok ini makhluk apa sih?”

“Ahok ini memang pemecah belah luar biasa, penebar kebencian, mulutnya seperti api membakar semua tanpa pandang bulu, lidahnya beracun menyambar nyambar seperti ular, hatinya busuk, dengki dan buta melihat kebaikan orang lain,” tandasnya. (rmol)