Home BERITA TERBARU Sambutan Hangat Raja Salman Saat Tiba di Indonesia

Sambutan Hangat Raja Salman Saat Tiba di Indonesia

249
0
SHARE

Bogor, targetsumbar.com – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyampaikan apresiasi atas sambutan yang dipersiapkan pemerintah Indonesia. Raja Salman berharap kunjungan kenegaraannya dapat mempererat hubungan Indonesia dengan Arab Saudi.

“Yang Mulia Bapak Presiden dalam kesempatan ini merupakan satu kehormatan bagi saya menyampaikan terima kasih kepada Yang Mulia Bapak Presiden atas undangan dan sambutan hangat,” kata Raja Salman berbicara dalam pertemuan dengan Jokowi di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017).

Raja Salman menyatakan dirinya mengharapkan peningkatan kerja sama kedua negara. Kunjungannya diharapkan membawa kontribusi positif.

“Seraya berdoa kepada Allah SWT, semoga kunjungan ini dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara kita di berbagai bidang dan dapat mencapai berbagai keinginan dan harapan kedua bangsa kita yang bersahabat. Seraya berdoa kepada Allah selalu memberikan kesuksesan bagi kita semua,” kata Raja Salman.

Raja Salman tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung disambut Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, dan pejabat lainnya.

Setelah itu, Raja Salman bersama rombongan menuju Istana Bogor. Di sepanjang jalan setelah keluar dari Gerbang Tol Bogor, warga dan pelajar menyemut di bahu jalan memberikan sambutan.

Meski hujan deras, warga dan pelajar tetap bertahan. Mereka melambai-lambaikan bendera kecil Indonesia dan Arab Saudi. Di Istana Bogor, Raja Salman disambut para menteri Kabinet Kerja dan kemudian melakukan pertemuan bilateral tertutup.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut ada 10 nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani dalam penguatan kerja sama Indonesia-Arab Saudi.

Kerja sama yang diperkuat tidak hanya mengenai haji dan tenaga kerja, kebudayaan, kesehatan, keagamaan, dan pendidikan. Ada pula kerja sama kelautan dan perikanan, penanganan kejahatan lintas batas, seperti terorisme, kerja sama pelayanan udara, serta perdagangan.**