Home BERITA TERBARU DPRD Padang Tinjau Langsung Jembatan Gantung Putus Di Kelurahan Baringin

DPRD Padang Tinjau Langsung Jembatan Gantung Putus Di Kelurahan Baringin

222
0
SHARE

Padang, targetsumbar.com – Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra langsung meninjau jembatan gantung putus di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat. Jembatan gantung itu putus akibat hantaman banjir bandang sekira pukul 16.00 WIB, Sabtu, 11 Maret 2016.

Kejadiannya berlangsung begitu cepat, walau hujan deras yang turun tak begitu lama mengakibatkan luapan Batang  Baringin. Dengan putusnya jembatan yang terbuat dari slink dan papan tersebut mengakibatkan akses dari Kelurahan Baringin ke Kelurahan Bandar Buat dipastikan tidak bisa dilalui.

Banjir juga mengakibatkan bangunan TK serta satu unit rumah warga rusak, dengan meluapnya sungai baringin. Beberapa rumah warga yang berada di bantaran sungai baringin juga sempat dimasuki air sebatas dada orang dewasa.

Data dari BPBD Sumbar diketahui, sejumlah warga Simpang Patai RW 2 Kelurahan Padang Besi dan RT1 RW 1 Kelurahan Batung Taba diungsikan ke tempat yang lebih aman. Diperkirakan mereka berjumlah 20 Kepala Keluarga (KK). Namun, belum ada informasi tentang kerusakan dan korban jiwa akibat luapan sungai Beringin.

Terlihat Tim TRC dan Pusdalops BPBD Sumbar serta petugas kepolisian sudah berada di lokasi bencana untuk melakukan tanggap darurat bencana. Petugas bersama warga tetap siaga. Terlebih hujan gerimis masih berlangsung hingga malam harinya.

Wahyu Iramana Putra tiba di lokasi sekira pukul 20.00 WIB. Dilokasi, Wahyu ditemui beberapa petugas dan warga yang masih terlihat berjaga- jaga.

Wahyu mengatakan, dengan putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Baringin ke Kelurahan Bandar Buat, tentu akses jalan ini tak bisa lagi dilalui masyarakat dan yang sudah pasti akan mengganggu aktifitas masyarakat.

“Kondisi ini harus segera ditanggapi pemerintah kota. Jangan sampai dibiarkan menunggu karena tidak saja masyarakat umum yang akan terganggu aktifitas sehari – harinya, namun juga aktifitas para pelajar SD dan SMP yang ada di daerah ini juga akan terganggu apalagi dalam waktu dekat anak – anak kita akan ujian, ” ujarnya.

Dari informasi warga setempat, jelas Wahyu, putusnya jembatan ini otomatis mengakibatkan masyarakat akan mengambil jalan berputar melalui Simpang Patai. Jalan ini cukup jauh sekitar 2 hingga 3 KM dan tidak ada transportasi umum melalui jalan ini.

“Kita juga berharap bagaimana nantinya pemko mencarikan solusi untuk transportasi disini agar aktifitas masyarakat dan anak – anak kita para pelajar bisa berjalan seperti biasanya jelang diperbaikinya jembatan gantung ini, ” ungkapnya. (by)

LEAVE A REPLY