Home BERITA TERBARU Ryamizard Ryacudu Berniat Rangkul Negara Tetangga Antisipasi Kelompok Radikal ISIS

Ryamizard Ryacudu Berniat Rangkul Negara Tetangga Antisipasi Kelompok Radikal ISIS

187
0
SHARE

Jakarta, targetsumbar.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berniat merangkul pemerintah negara-negara tetangga untuk mengantisipasi berlkembang biaknya kelompok radikal ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah/Islamic State of Iraq and Syria). Antisipasi itu dinilainya penting mengingat timbulnya kekacauan oleh kelompok yang berafiliasi ISIS di kawasan Filipina Selatan, khususnya di Mindanao selama beberapa pekan terakhir.

“Nanti saya akan bertemu dengan (Menhan) Malaysia dan Filipina, karena jika dibiarkan ISIS bisa mencar (menyebar) ke mana-mana,” ujar Ryamizard di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Mei 2017.

Di depan Menhan Selandia Baru, Mark Mitchell, Ryamizard mengungkapkan bahwa ancaman yang terlihat di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina bukan hanya soal perompak, tapi juga kelompok radikal.

Dia mengaku telah memprediksi pergerakan kelompok ISIS di Filipina Selatan sejak satu setengah tahun lalu. Pergerakan itu kini terlihat melalui serangan pemberontak Maute ke Kota Marawi, Mindanao.

“Sudah saya katakan waspada, waspada. Setelah dia (ISIS) babak belur di Eropa, akan kembali ke sana (Filipina),” ujar Ryamizard di gedung Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Mei.

Ryamizard pun mengklaim telah memiliki cara mengatasi kelompok radikal. “Kita sudah merencanakan untuk memutus hubungan (pergerakan) itu, maka perlu ada patroli darat, laut, dan udara. Di Sulawesi dan Kalimantan itu tentaranya harus aktif,” ujarnya.

Meskipun begitu, Ryamizard menyebut kendala aturan perundang-undangan di Filipina membuat aktivitas patroli, khususnya di darat, sulit dilakukan.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menganjurkan Filipina memberikan kelonggaran terhadap aturan teritorial tersebut (untuk menumpas aksi kelompok radikal yang menebar teror). “Ada hal-hal sensitif tapi dengan keadaan mendesak Filipina harus mengerti bahwa itu mengancam daerah mereka. Itu akan kita bicarakan (dalam pertemuan) di Singapura, besok,” kata Ryamizard. (tempo.co)

LEAVE A REPLY