Home BERITA TERBARU Ternyata Milisi Pro-ISIS Telah Persiapkan Perang Jangka Panjang di Filipina Selatan

Ternyata Milisi Pro-ISIS Telah Persiapkan Perang Jangka Panjang di Filipina Selatan

204
0
SHARE

Filipina, targetsumbar.com – Kelompok militan Islam di FIlipina telah mempersiapkan diri untuk mengobarkan perang jangka panjang di kota Marawi, Pulau Mindanao yang bergolak.

Mereka dikabarkan menyimpan persenjataan dan makanan dalam jumlah besar, sebagaimana diungkapkan seorang perwira militer pada Senin (5/6/2017), demikian Deutsche Welle.

Militan di Filipina selatan menumpuk persenjataan dan makanan di masjid-masjid, lorong, dan ruang bawah tanah untuk mempersiapkan pengepungan jangka panjang terhadap kota Marawi.

Persiapan matang teroris di Marawi mengungkap kualitas organisasi para gerilayawan yang berafiliasi dengan kelompok teror paling berbahaya, yakni Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Saat ini gerilayawan Muslim di Marawi dibantu oleh ratusan pejuang asing, termasuk dari Indonesia, Malaysia, India, Arab Saudi, Chechnya, dan Maroko.

Sejak dua pekan silam militer Filipina berusaha mengambilalih kontrol atas kota berpenduduk 200.000 jiwa itu. Namun, hingga kini kaum jihadis masih bercokol di jantung kota.

Manila berdalih, keberadaan 500-600 warga sipil di area pertempuran mempersulit operasi militer. Padahal Sabtu (3/6/2017), Presiden Rodrigo Duterte mengklaim Marawi akan dibebaskan dalam waktu tiga hari.

Komandan Militer Filipina di Mindanao, Mayor Jendral Carlito Galvez, mengklaim saat ini masih ada sekitar 200 pejuang Islam di dalam kota.

“Di rumah-rumah yang kami rebut, kami melihat cadangan peluru berukuran kaliber 50 dan 30 dalam jumlah besar. Dan jika mereka bertempur selama dua bulan, mereka tidak akan kelaparan,” tuturnya dalam sebuah jumpa pers di Marawi.

“Jika Anda melihat lebih seksama, Anda akan menemukan terowongan dan ruang bawah tanah yang bahkan tidak bisa dihancurkan oleh bom seberat 500 pound (226 kg).”

Galvez meyakini, kelompok militan telah menumpuk senjata dan makanan di masjid dan madrasah beberapa hari sebelum menyerbu kota Marawi.

LEAVE A REPLY