Home BERITA TERBARU Pimpinan DPRD Padang Singgung Masalah Drainase dan Banjir

Pimpinan DPRD Padang Singgung Masalah Drainase dan Banjir

179
0
SHARE

Kabar Nagari, Padang – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Sumatera Barat, Wahyu Iramana Putra, melakukan kegiatan safari Ramadhan 1438 H, di Masjid Nurul Hasan, Padang Baru, Jalan Batang Sunamar, Alai Parak Kopi.

Wahyu menyampaikan, saat ini dirinya lebih mengupas tentang persoalan kebencanaan dan meningkatkan kualitas diri kepada Allah SWT.

“Saya melihat, jika saluran di pusat kota. Ternyata memang tidak pernah diperbaiki. Kemudian, bangunan fisik drainase ini masih seperti saat zaman kolonial dulu. Sedimen sekalipun belum dikeruk, wajar jika hujan lebat turun dan menyebabkan banjir,” katanya.

Anggaran perbaikan sudah ada. Untuk menyelesaikan masalah banjir yang mulai jadi langganan di kawasan Gunung Pangilun dan sekitarnya. Kawasan Alai Parak Kopi dan Gunung Pangilun, anggaran tersebut sebanyak 6 miliar lebih dan itu sudah dianggarkan dalam APBD Padang 2017.

“Kan aneh, daerah yang di sampingnya ada kanal, kalau hari hujan terendam banjir? Padahal, jaringan irigasinya tersedia. Ini berarti, irigasi yang dibuat sejak zaman Belanda dulu itu, tak pernah diurus,” kata Ketua DPD Golkar Kota Padang ini.

Disampaikan Wahyu, saat ini perbaikan irigasi di Alai Parak Kopi dan Gunung Pangilun sedang dalam proses tender. Kemungkinan, akan selesai pada lebaran Idul Fitri 1438 H.

“Habis lebaran, inssyaallah, pengerjaannya sudah bisa dimulai. Mohon dukungan bapak dan ibu semua, agar perbaikan irigasi ini tidak terkendala,” ujar Wahyu.

Diketahui, 45 anggota DPRD Padang melaksanakan safari Ramadan 1438 Hijriah/2017. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat DPRD Padang Ermanto, Minggu 11 Juni 2017.

Ermanto mengatakan, masing-masing dewan akan turun dan melaksanakan safari ke Masjid dan Mushalla di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Pada tiap safari, masjid dan mushalla akan menerima bantuan.

Besaran dana tersebut, Rp 15 juta untuk masjid dan Rp 10 juta untuk mushalla. Dana sebesar itu terang Ermanto untuk memperbaiki serta melengkapi sarana dan prasarana yang belum memadai. Selain itu, safari ini sekaligus merekatkan tali silaturahmi antara masyarakat dan wakilnya.

“Safari ini sekaligus juga menjemput aspirasi di daerah pemilihan masing-masing,” ujar Ermanto.(*)

LEAVE A REPLY