Home BERITA TERBARU Wismar: Seorang Pimpinan Harusnya Arif Hadapi Persoalan Masyarakat

Wismar: Seorang Pimpinan Harusnya Arif Hadapi Persoalan Masyarakat

184
0
SHARE

Padang, TS  – Anggota Komisi II DPRD Kota Padang Wismar Pandjaitan menyampaikan, seorang pimpinan harus bisa mengambil tindakan yang arif dan bijaksana dalam menghadapi permasalahan pada masyarakat. Hal itu dikatakannya sekaitan dengan tindakan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal Darmawi terhadap salah seorang pedagang buah di Pasar Raya Padang. Menurutnya, secara pribadi hal itu sudah agak maju dari tupoksinya, sehingga diasumsikan negatif oleh sebagian masyarakat.

Wismar mengatakan, kepala dinas merupakan pimpinan utama di instansinya dan sudah ada tupoksi masing – masingnya, salah satunya adalah Satpol PP selaku penegak aturan. “Dalam hal ini, Kadis Perdagangan kan bisa koordinasi bersama Satpol PP beserta petugas trantib dalam hal penertiban para PKL di Pasar Raya Padang,” katanya, Selasa(1/8).

“Kita sebenarnya tidak menginginkan terjadi peristiwa demikian. Beda halnya ketika terjadi hal insidentil dalam menghadapi para pedagang. Untuk peristiwa yang terjadi kemarin itu, bukanlah hal yang insidentil,” tambah Wismar.

Menurut Wismar, harusnya Kadis Perdagangan bisa memberikan pernyataan secara keras, teguran serta sosialisasi secara berkelanjutan. Itupun bisa dilakukan oleh petugas di bawah naungan kadis untuk memberikan teguran keras di lapangan ketika ada kesepakatan yang dilanggar pedagang. Kepala dinas tidak harus bertindak sendiri dalam hal itu.

“Jangan sampai terjadi kejadian yang kurang enak di lapangan yang akhirnya menjadi pikiran negatif bagi sebagian masyarakat,” ujarnya.

Walaupun Kadis Perdangangan sudah melakukan sosialisasi bukan sekali dua kali, tapi yang namanya PKL tentu sering mencuri- curi kesempatan saat petugas tidak ada di lokasi. Namun, seorang pimpinan tetap harus bisa bersikap arif dan bijaksana. Tidak serta merta mengambil tindakan yang pada akhirnya bisa mengakibatkan asumsi negatif bagi masyarakat. “Untuk peritiwa ini kita menilai kurangnya koordinasi antara petugas trantib Pasar Raya atau Satpol PP Padang,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Kadis Perdagangan Ngamuk

Sebelumnya santer diberitakan aksi lempar dagangan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Raya Padang yang dilakukan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal di depan Blok III, sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (30/7). Video Kadis Perdagangan Padang ‘ngamuk’ itu bahkan telah menjadi viral di media sosial.

Kadis Perdagangan Endrizal menanggapi hal itu menyatakan tidak mempermasalahkan video yang beredar tersebut. Menurutnya, ia yakin apa yang telah dilakukan tidak salah. Menurut Endrizal, saat kejadian, mobil yang sedang melewati pasar tidak sengaja hampir menabrak barang dagangan pedagang. Pedagang tersebut langsung marah dan memukul-mukul mobil dinas.

Melihat aksi pedagang yang marah tersebut, sopirnya turun. Namun, dengan penuh emosi, pedagang tersebut langsung memarahi sopir dan terus memukul mobil. Saat itu, ia juga turun dan ia sempat pula dimarahi oleh pedagang tersebut. Usai dimarahi pedagang itulah, Endrizal melemparkan pisang milik pedagang. “Saya sempat pula dimarahi oleh pedagang tersebut,” tutur Endrizal.

Tapi, setelah menyadari yang dimarahi adalah kepala dinas, pedagang tersebutpun akhirnya minta maaf dan mengakui kesalahan. Disebutkan Endrizal, pedagang tersebut meminta maaf dan mengakui kesalahannya karena tahu posisi dia berjualan salah. Pedagang itu berjualan di tengah jalan yang sudah dilarang oleh Dinas Perdagangan untuk dipakai berjualan oleh PKL.

“Kami sudah memberitahukan kepada PKL dan sudah membuat komitmen, bahwa PKL diizinkan berjualan di atas trotoar hingga penyelesaian bangunan Blok III selesai secara keseluruhan. Namun, ibu ini malah melanggar. Berjualan hingga ke tengah jalan yang sebenarnya adalah hak pengguna jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Padang, Aprianto menyatakan, apa yang dipertontonkan Kadis Perdagangan dalam video tersebut tidak manusiawi. Seharusnya, sebagai pejabat yang menjadi teladan di tengah masyarakat, sang Kadis harus memilih jalan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan, bukan malah mengamuk. Para pedagang yang menggelar jualannya di pinggir jalan, menurut Aprianto adalah kaum papah, yang hanya mencari sesuap nasi. Semestinya mereka diperlakukan dengan manusiawi.

“Kan ada cara yang lebih bermoral. Tidak perlu Kadis mengobrak-abrik dagangan mereka,” tutur Aprianto. Endrizal, menurut Aprianto, sebenarnya sosok pejabat yang berprestasi dan memiliki banyak terobosan dalam membenahi Kota Padang. Di tangannya, beberapa perubahan ke arah yang lebih baik, bisa diterapkan di Pasar Raya Padang. “Jangan hanya gara-gara emosi sesaat, prestasi Kadis Perdagangan selama ini, jadi sia-sia di mata masyarakat,” lanjutnya. (baim)

LEAVE A REPLY