Home BERITA TERBARU Seorang Warga Tionghoa Dikecam Warga, Diduga Memaki Polisi

Seorang Warga Tionghoa Dikecam Warga, Diduga Memaki Polisi

141
0
SHARE

Jambi, TS — Razia kendaraan bermotor di kawasan jalan Kolonel M Thaher, Kota Jambi, Rabu (11/10/2017) diwarnai dugaan adanya seorang warga keturunan, memaki anggota Polisi Ditlantas Polda Jambi.

Perkataan tidak pantas dengan mengeluarkan kata-kata kotor, terjadi saat petugas mendapatkan pengendara kendaraan tidak menggunakan helm.

Dari informasi yang diperoleh, petugas lalu lintas dari Ditlantas Polda Jambi menyapa setiap melakukan razia pengendara kendaraan seperti senyum biasanya.

Namun, pria yang belakangan diketahui bernama Awi, warga keturunan Tionghoa yang beralamat di Jalan H Kamil, Kota Jambi mendadak tidak terima dengan teguran polisi.

Hal tersebut, membuatnya emosi sembari memaki angota polisi yang bertugas dengan mengeluarkan kata ba**. Bahkan, terdengar juga perkataan dari Dia yang mengatakan “Jambi ini adalah milik Cina”.

Tak pelak, informasi adanya seorang warga keturunan Tionghoa yang memaki dengan perkataan tidak sepatutnya tersebut, membuat warga Kota Jambi berang.

Novan, salah satu warga Kota Jambi mengaku geram. Pasalnya, warga keturunan Tionghoa tersebut harus bisa menempatkan perkataan yang baik.

“Dengan perkataan yang dilontarkan oleh warga keturunan etnis Tionghoa tersebut, sudah menyinggung warga pribumi,” ujarnya saat dimintai keterangan, Rabu (11/10/2017).

Lain lagi dengan Dicky, Dia meminta kepada petinggi Tionghoa untuk menindak warganya tersebut sesuai dengan hukum adat istiadat yang berlaku di etnisnya tersebut.

“Ucapan yang dilontarkan oleh warga keturunan Tionghoa itu tentu menjatuhkan martabat warga Jambi. Baiknya di hukum sesuai undang-undang yang berlaku,” tandasnya.

Dirlantas Polda Jambi. Kombes Pol Didik Mulyanto, saat dikonfirmasi mengakui adanya laporan perdebatan antara anggotanya dengan seorang warga Tionghoa.

“Kita akan periksa lagi. Maklum sajalah, kalau tidak menggunakan helm saat mengendara, ya tentu dilarang. Kan itu pelanggaran,” ungkapnya, Rabu (11/10/2017).

Untuk mengetahui kebenaran kejadian tersebut, Didik masih menyelidikinya. “Kalau sampai warga Tionghoa itu sampai marah dan melontarkan kata berlebihan, tentu ada kesalahpahaman. Kita akan periksa lagi anggota lantas kita,” tukasnya. (budi) (kd)

LEAVE A REPLY