Home BERITA TERBARU Keputusan Trump Melawan Hukum, Liga Arab Kecam Langkah AS Akui Yerusalem Ibu...

Keputusan Trump Melawan Hukum, Liga Arab Kecam Langkah AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

178
0
SHARE

Kairo, TS – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, berbahaya dan tidak dapat diterima, pernyataan itu disebutkan oleh Pemimpin Liga Arab. Selanjutnya Liga Arab juga mengatakan bahwa keputusan itu sebagai serangan mencolok terhadap solusi politik konflik Israel-Palestina.

Pernyataan yang dibacakan oleh Ahmed Aboul-Gheit, sekretaris jenderal blok regional tersebut, hadir pada awal pertemuan darurat para menteri luar negeri dari 22 negara Arab di ibu kota Mesir, Kairo.

“Keputusan Trump melawan hukum internasional dan menimbulkan pertanyaan mengenai upaya Amerika untuk mendukung perdamaian antara Palestina dan Israel,” kata Aboul-Gheit.

“Pergeseran kebijakan AS merusak kepercayaan Arab dalam pemerintahan Trump dan terkait dengan legalisasi pendudukan Israel di Palestina,” tambahnya seperti disitat dari Al Jazeera, Minggu (10/12/2017).

Para pemimpin dari seluruh dunia membuat komentar serupa di hari-hari sebelum dan sesudah pengumuman Trump pada hari Rabu lalu. Presiden AS juga memerintahkan kedutaan AS dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Para pemimpin dunia mengatakan bahwa langkah tersebut dapat menggagalkan upaya perdamaian.

Dalam sebuah pertemuan darurat, anggota Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat mengecam keputusan Trump, yang memicu demonstrasi mematikan di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Demonstrasi yang mencela tindakan AS juga dilakukan di sejumlah negara Muslim lainnya.

Israel merebut Yerusalem Timur dari Arab dalam perang Timur Tengah 1967. Negara Zionis ini kemudian mencaploknya, dan menyatakan seluruh kota sebagai Ibukotanya – sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka yang ingin mereka bangun di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza.

Perundingan damai Israel-Palestina telah dibekukan sejak tahun 2014, meskipun penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner memimpin upaya Trump untuk memulai kembali usaha mereka namun sejauh ini upaya tersebut menunjukkan sedikit kemajuan.

Pembangunan permukiman di Tepi Barat Israel telah menjadi salah satu hambatan utama dalam pembicaraan.**

LEAVE A REPLY