Home HEADLINE Pekerjaan Proyek Normalisasi Batang Kumuih Sijunjung Ala PT. Faktanusa Cipta Graha, Terindikasi...

Pekerjaan Proyek Normalisasi Batang Kumuih Sijunjung Ala PT. Faktanusa Cipta Graha, Terindikasi Langgar Spek

285
0
SHARE

Sijunjung, TS – Kegiatan Normalisasi dan Perkuatan Tebing Batang Kumuih di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang dikerjakan oleh PT. Faktanusa Cipta Graha sampai sekarang dianggap masih dalam tahap pengerjaan.

Proyek ini merupakan Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Wilayah Selatan milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar. Dengan tujuan untuk mengatasi banjir yang sering melanda daerah tersebut. Namun belum serahterima pekerjaan, pasangan batu dibeberapa titik nampak retak-retak dan menganga

Proyek dengan Nilai Kontrak 2.689.744.000, dengan nomor kontrak : 20.12/PBPP WS-APBD/PSDA-V/2017 Tgl 23 Mei 2017 tersebut belum diserahterimakan. Namun terlihat “amburadul”, terbukti pada beberapa bagian pasangan batu mengalami keretakan yang sangat besar.

Untuk menutupi keretakan tersebut, sepertinya pelaksana melakukan pengerjaan tambalan. Keretakan itu tidak hanya pada satu titik saja, tapi terdapat pada beberapa titik pasangan lainnya.

Terjadinya keretakan pada pekerjaan proyek tersebut, terindikasi bahwa pemakaian material batu tidak sesuai kontrak.

Sementara material batu yang digunakan yakni batu gunung terlihat rapuh dan tidak bersih (t. Serta adukan material pasir idak sesuai spek), dan adukan semen disinyalir tidak sesui takaran.

Bukan itu saja, proyek ini dalam pengerjaannya juga terjadi keterlambatan waktu. Pasalnya, 7 bulan Kontrak Kerja ditandatangani namun sampai awal desember 2017 masih saja dilakukan pengerjaan, diprediksi tidak bakalan selesai Desember ini.

Waktu dikonfirmasikan kepada Edo, Pelaksana Lapangan PT. Faktanusa Cipta Graha, menjelaskan, keterlambatan tersebut terjadi karena sulitnya mendapatkan izin dari Wali Nagari Muaro, tempat lokasi proyek nan dikerjakan. Baru sekitar Bulan Juli pekerjaan dapat dimulai setelah mendapat izin dari Wali Nagari.

“Ada sekitar 2 bulan keterlambatan untuk memulai pengerjaan ini,” terang Edo.

Dalam pelaksanaannya dilapangan, terjadi beberapa kali addendum pada Volume Pasangan Batu. Yakni dari 1000 kubik pasangan batu, menjadi 1400 kubik pasangan batu. Dan menurutnya bahwa untuk menyelesaikan proyek ini, harus ada pengurangan ukuran pasangan. Sebut Edo.

Mengenai adanya pasangan batu yang mengalami keretakan tersebut, diterangkan Edo, “Pasangan batu tersebut pecah dan retak karena pasangan baru menempel kepada pasangan batu penahan tebing yang lama.”

Menurutnya lagi, pasangan lama mutunya tidak bagus, pasangan batunya mudah copot dan adukan semennya sangat rapuh, sehinggga tidak kuat menahan beban pasangan batu baru.

Waktu ditanya mengenai pemakaian material batu yang terindikasi tidak sesuai spek, yaitu untuk pemasangan batu yang memakai material batu gunung, Ia tidak bisa menjelaskan.

Ia akan terlebih dahulu melihat Kontrak Kerja, apa didalamnya terdapat pemasangan batu gunung atau batu kali. Kalau didalam Kontrak Kerja terdapat pemasangan Batu Kali, maka yang terjadi dilapangan telah menyimpang karena semuanya memakai batu gunung.

Sedangakan Yopi, Konsultan Pengawas (PT. Alocita Mandiri-red) terkesan melindungi pekerjaan yang sedang dilakukan PT. Faktanusa Cipta Graha, tampaknya membolehkan adanya pemakaian material batu gunung yang rapuh dan tidak bersih (bercampur tanah-red).

Karena Ia menjelaskan, didalam kontrak memang terdapat pemakaian batu gunung bukan pemakaian batu kali. “Sebab yang cocok untuk daerah Kabupaten Sijunjung adalah batu gunung,” jelasnya.

Dan mengenai pelaksanaanya memang telah terjadi keterlambatan, yang semula dalam kontrak 180 hari kalender. “Telah dilakukan addendum waktu, akan selesai tanggal 15 Desember 2017,” jelasnya mengakhiri. (dtuk).

LEAVE A REPLY