Home BERITA TERBARU Polres Ketapang Telah Memiliki Sistem Cyber, Jangan Terpancing Isu Hoak Jelang Pilkada

Polres Ketapang Telah Memiliki Sistem Cyber, Jangan Terpancing Isu Hoak Jelang Pilkada

148
0
SHARE

Ketapang, TS – Memasuki tahun 2018 ini yang disebut merupakan tahun politik, menjadikan suasana politik meningkat. Untuk itu masyarakat diminta bersikap dewasa menghadapinya. Tentunya agar suasana bermasyarakat tetap tenang dan kondusif.

Kapolres Ketapang, AKBP. Sunario, S.IK mengatakan, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ditahun 2018 ini pihaknya akan mengerahkan 2/3 personil Pasukan untuk pengamanan.

Sedangkan untuk mengatasi terjadinya konflik menjelang Pilkada, ia menuturkan, Polres Ketapang sebelumnya telah melakukan upaya antisipasi di daerah-daerah yang rawan akan konflik dan bencana alam. Dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Polsek-Polsek dan Kasat Bimmas untuk melakukan penggalangan dan himbauan terhadap masyarakat agar tidak terpancing terhadap isu-isu yang tidak benar.‎

“‎Pada saat musim Pilkada ini kita sudah memetakan sebelumnya daerah mana saja yang rawan konflik dan bencana. Terutama di Desa Air Hitam, Kecamatan Kendawangan yang kita nilai rawan akan bencana banjir akibat dekat dengan laut,” kata, Kapolres Ketapang, AKBP. Sunario,S.IK saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at, (5/1/2018).

Lebih lanjut, ia menghimbau kepada masyarakat agar saat jelang Pilkada tidak terpancing isu hoax. Apa lagi ‎ada yang coba-coba melakukan hal yang tidak baik, seperti ujaran kebencian dan lain sebagainya.‎ Sebab ditegaskannya, saat ini pihak Polres sendiri telah memiliki sistem Cyber untuk memantau gerakan-gerakan khususnya di Media Sosial (Medsos).

‎“Masyarakat lebih baik meminta kepada calon kandidat, bagai mana untuk program kerja kedepannya dari pada melakukan ujaran kebencian,” sarannya.‎

Ia menambahkan, sebelumnya juga Polres Ketapang telah melakukan rapat lintas sektorial bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ormas, tokoh masyarakat, agama dan lain-lainnya. Dengan tujuan berharap agar masyarakat tidak melakukan politik indentitas dengan ujaran kebencian membawa-bawa nama Agama dan Suku.‎

(AgsH)

LEAVE A REPLY