Home BERITA TERBARU Penambangan PT.BMB “Berwawasan Lingkungan”, Masyarakat Sekitar Apresiasi

Penambangan PT.BMB “Berwawasan Lingkungan”, Masyarakat Sekitar Apresiasi

262
0
SHARE

Padang, TS – Tidaklah berlebihan bila PT. Berkah Mutiara Bumi (PT.BMB) diketahui, bahwa aktifitas kegiatan dengan menerapkan metode penambangan yang berwawasan lingkungan, layak untuk di acungkan jempol. Apresiasi itu, disampaikan langsung oleh beberapa orang warga sekitar kepada perusahaan tersebut.

Aktifitas penambangan PT.BMB terlihat, mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar. Sementara itu, menyoal teknis pengelolaannya, memperhatikan UPL-UKL (Amdal) Kota Padang, serta rekomendasi yang diberikan oleh Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Prov. Sumbar.

Penambangan PT.BMB yang berlokasi di Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Cukup banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dibandingkan dengan efek negatifnya. Ucap Edi Anwar, Ketua Pemuda setempat singkat.

Dari hasil pantauan media ini dilapangan, diketahui PT.BMB dalam menentukan kelayakan penambangan suatu deposit bahan tambang di titik koordinatnya. melalui prosedur. Yakni melakukan kajian-kajian yang mencakup berbagai aspek sekitar kegiatan.

Menurut Kepala Teknik Tambang PT.BMB, yang akrab disapa Marta saat wawancara eksklusifnya dengan media ini menjelaskan bahwa aspek-aspek yang harus dikaji adalah. Pertama aspek penggunaan lahan pada lokasi terhadap deposit bahan tambang, harus dilakukan harmonisasi pemanfaatan ruang. Sebab, sebelum bahan tambang diusulkan untuk ditambang, maka perlu diperhatikan terlebih dahulu akan peruntukan lahan atau dimana bahan tambang tersebut berada.

Kedua Aspek geologi, kajian aspek geologi dilakukan setelah selesai kegiatan eksplorasi bahan tambang dimana jenis, sebaran, kuantitas dan kualitasnya sudah diketahui. Kajian ini mendapatkan gambaran mengenai letak atau lokasi deposit bahan tambang. Apakah terdapat di daerah pedataran, perbukitan bergelombang atau landai (kemiringan lereng antara 0o dan 17o), dengan terjal kemiringan lereng antara 17o dan 36o. Bila lerengnya sangat terjal dan curam, maka akan mempersulit teknik penambangannya, terutama untuk sistem tambang terbuka (open-pit mining). sebut Marta yang juga didampingi oleh seorang anggota teknik tambang PT.BMB, Irfan.

Selanjutnya, beber Marta, ketebalan tanah yang menutupi deposit bahan tambang biasanya sangat bervariasi. Jadi untuk mengetahui ketebalan tanah penutup, sangatlah penting. Karena hal itu menyangkut masalah teknik penambangannya, terutama mengenai penempatan tanah penutup tersebut.

Menyoal kajian sifat fisik tanah/batuan antara lain meliputi warna, tekstur, dan kondisi batuan, yang apakah padat, berongga, keras atau bercelah. Sifat keteknikan meliputi kuat tekan/daya dukung batuan, ketahanan lapuk, daya kohesi, dan besaran sudut geser tanah. Sifat keteknikan tanah/batuan dapat dipergunakan untuk menganalisis desain tambang, terutama besaran sudut lereng tambang dalam kaitannya dengan kestabilan lereng. Tukas Marta berbagi pengalaman dengan media ini.

Hidrogeologi, dalam hal ini, kajian hidrogeologi adalah/apakah deposit bahan tambang terletak di daerah imbuhan air tanah atau dekat dengan mata air. Sebab sangat perlu diperhatikan bagaimana kondisi air tanah di sekitarnya.

Menyoal geologi, sebut Irfan (Anggota KTT PT.BMB) melanjutkan, kajian geologi perlu dilakukan untuk mengetahui apakah lokasi bahan tambang terletak pada atau di dekat daerah rawan gerakan tanah, jalur gempa bumi, daerah bahaya gunung api, daerah rawan banjir, daerah mudah tererosi, dan sebagainya, bebernya.

Untuk Kawasan Lindung Geologi. Kajian ini perlu dilakukan untuk melihat apakah lokasi bahan tambang terletak pada Kawasan Lindung Geologi atau tidak. Kawasan Lindung Geologi adalah suatu daerah yang memiliki ciri/fenomena kegeologian yang unik, langka dan khas sebagai akibat dari hasil proses geologi masa lalu dan atau yang sedang berjalan. Karenanya tidak boleh dirusak atau diganggu, pungkas Irfan.

Aspek Sosekbud (Sosial ekonomi dan budaya), kajian ini perlu dilakukan sebab hal ini meliputi jumlah dan letak pemukiman penduduk di sekitar lokasi penambangan, adat-istiadat dan cagar/situs budaya (termasuk daerah yang dikeramatkan). Selain itu, untuk menghindari atau menekan sekecil mungkin dampak negatif terhadap lingkungan, akibat kegiatan penambangan. Oleh karenanya maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

Lokasi penambangan sedapat mungkin tidak terletak pada daerah resapan atau pada akuifer, sehingga tidak mengganggu kelestarian air tanah di daerah sekitarnya.

Lokasi penambangan tidak berdekatan dengan mata air, sehingga tidak mengganggu kualitas maupun kuantitas air dari mata air tersebut, dan juga untuk menghindari hilangnya mata air.

Lokasi penambangan sedapat mungkin tidak terletak pada daerah aliran sungai bagian hulu (terutama tambang batuan). Tujuannya, untuk menghindari terjadinya pelumpuran sungai yang dampaknya bisa sampai ke daerah hilir yang akhirnya dapat menyebabkan banjir akibat pendangkalan sungai. Hal ini harus lebih diperhatikan terutama di kota-kota besar dimana banyak sungai yang mengalir dan bermuara di wilayah kota tersebut.

Lokasi penambangan tidak terletak di kawasan lindung (cagar alam, taman nasional).

Lokasi penambangan, hendaknya dekat dengan konsumen untuk menghindari biaya transportasi yang tinggi sehingga harga jual material tidak menjadi mahal.

Lokasi penambangan tidak terletak dekat dengan bangunan infrastruktur penting, misalnya jembatan dan menara listrik tegangan tinggi.

Hasil kajian dari berbagai aspek tersebut, sebut Irfan meneruskan, sangat perlu digabung dengan aspek peraturan perundang-undangan. Kemudian di analisis untuk menentukan kelayakan penambangan suatu deposit bahan tambang tersebut dilaksanakan.

Hasil analisis kelayakan musti menghasilkan 2 (dua) kategori, yaitu layak tambang dan tidak layak tambang. Layak tambang bukan berarti seenaknya saja ditambang, melainkan harus mengikuti kaidah-kaidah penambangan yang berlaku, agar dampak negatif terhadap lingkungan akibat adanya kegiatan penambangan dapat dihindari atau ditekan seminim mungkin. Pungkas Irfan menyudahi komentarnya menyoal tips ilmu dunia pertambangan kepada awak media ini. (TIM)

LEAVE A REPLY