Home BERITA TERBARU Sesalkan Proses Peradilan, Anak Kemenakan Dt. Bangso Dirajo Duduki PN Lubuk Basung

Sesalkan Proses Peradilan, Anak Kemenakan Dt. Bangso Dirajo Duduki PN Lubuk Basung

174
0
SHARE

Lubuk Basung, TS – Puluhan anak kemenakan Dt. Bangso Dirajo, Pasukuan Tanjuang Bawan, Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam, melakukan demo damai ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Basung.

Masa terdiri dari orang tua dan para pemuda, datang dengan membawa sejumlah spanduk, berisikan pernyataan mereka yang sangat menyesalkan proses peradilan yang mereka nilai masih prematur. Selain itu, mereka menyampaikan anak kemenakan mereka tidak pernah mencuri sawit.

Mereka masih mempertanyatakan proses sidang anak kemenakan mereka yang dinilai cacat hukum.

Mereka yang dituduh mencuri sawit adalah Beny Kaputra, dan Ryandenil Hanafi. Keduanya didakwa dalam perkara nomor 32/pid.B/2018/PN.BB, pencurian sawit di Puduang, Kenagarian Bawan, Kecamatan Mapek Nagari.

Perwakilan masyarakat Dt. Bangso Dirajo mengatakan, pada kesempatan  ini mereka datang dengan masa masyarakat menyampaikan bentuk ketidakpuasan terhadap kasus yang didakwakan kepada kemenakan mereka. Mereka menilai, apa yang didakwakan kepada anak kemenakan mereka tidak benar.

“Kedatangan kami ke sini bukan karena tidak percaya dengan hukum. Hanya kami menemukan kejanggalan dalam kasus ini, masa anak kemenakan kami didakwa mencuri, di atas lahan mereka sendiri. Pada kesempatan ini kami selaku perwakilan juga sudah berdialog dengan pihak kepolisian, dan Ketua PN sudah dua kali, Senin (19/3) dan Senin (12/3),” kata Perwakilan Masa Roni, Selasa.

Sementara itu Kuasa Hukum terdakwa, Yarmen Eka Putra mengatakan, sangat banyak kejanggalan dalam kasus kliennya. Ia mengatakan, penuntut umum telah salah mengajukan tuntutan ke pengadilan. Kliennya tidak melakukan unsur pencurian, karena memanen sawit di kebun sendiri.

Banyak kejanggalan sejak awal, dalam BAP tidak sedikit keterangan saksi yang diambil tidak dimasukkan dalam BAP. Hal ini diduga sengaja dihilangkan, jika ditampilkan akan merugikan JPU. Oleh sebab itu dakwaan penuntut umum tidak bisa diterima.

Sementara itu Ketua PN Lubuk Basung Indrawan menekankan, setiap masyarakat berhak bertanya maupun datang ke PN Lubuk Basung. Meski demikian tentu ada prosedurnya. PN dalam hal kasus ini dalam posisi menjalankan tugas.

Persidangan terbuka, masyarakat boleh datang. Namun jangan lupa menjaga ketertiban, dan tidak usah bawa spanduk. Serahkan kepada penegak hukum, dalam dalam sidang akan ada kejelasan hukum. Hormati prosesnya. **

LEAVE A REPLY