Home BERITA TERBARU Marzuki Onmar Menyesalkan ASN Berpihak Pada Satu Paslon Pilkada 2018

Marzuki Onmar Menyesalkan ASN Berpihak Pada Satu Paslon Pilkada 2018

178
0
SHARE

Padang, TS – Mantan Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Marzuki Onmar menyesalkan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terang-terangan berpihak pada satu pasangan calon walikota dan wakil walikota pada Pilkada 2018. Padahal, aturan netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi pemilihan kepada daerah tahun ini semakin ketat.‎

Menurut Marzukui, ditemukannya unggahan konten yang menyangkut pilkada seperti foto, memberi komentar, bahkan menyukai unggahan berbau pilkada menunjukan keteidaknetralan ASN. Meski beberapa kasus sudah ditangani Panwaslu, lanjutnya, namun hal tersebut tidak membuat ASN jera.

“ASN yang mendukung salah satu paslon tujuannya jelas untuk melanggengkan jabatannya,” kata Marzuki Onmar dalam beberapa kesempatan.

Dilaporkannya Dian Fakri, Staf Ahli Setda Kota Padang dan Camat Nanggalo ke Panwaslu Kota Padang merupakan adanya indikasi keberpihakan ASN Pemko Padang ke salah satu pasangan calon.

Sesuai surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor B-2900/KASN/11/2017 tentang Pengawasan Netralitas Pegawai ASN pada Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tentang Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018, Pemilihan Legislatif Tahun 2019, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.

Marzuki meningatkan ASN hati-hati dan tidak terlibat politik praktis. ASN harus tetap sebagai pegawai profesional saja. “Saya yakin, ASN yang ada di Pemerintah Kota Padang ini akan memahami aturan yang sudah ada, jangan libatkan diri dalam kegiatan calon atau pasangan calon kepala daerah,” kata Maron begitu mantan Komisaris PT Dinamika ini disapa.

Maron memberi contoh, Emzalmi sebagai birokrat senior. Sosok yang dinilai tidak pernah berpihak pada setiap penyelenggaraan Pilkada. Justeru ketidak berpihakkan itulah yang membuat Emzalmi diberi tugas menduduki jabatan tertinggi di birokrasi yaitu sebagai seorang Sekretaris Daerah Kota Padang.

“Emzalmi merupakan sosok ASN yang tidak mau berseberangan, apalagi dalam sikap politiknya. Karena dia benar-benar tekun menghadapi tugas-tugasnya dibirokrasi ketimbang ikut-ikutan dalam politik praktis, karena dia menyadari bahwa jabatan itu adalah amanah,” kata Maron.

LEAVE A REPLY