Home BERITA TERBARU Upload Foto Tanpa Hijab Sama Dengan Mengumbar Dosa

Upload Foto Tanpa Hijab Sama Dengan Mengumbar Dosa

15378
0
SHARE

By :  Yohandri Akmal

Mungkin kita sudah sering menyaksikan di jejaring sosial, terutama di Facebook, BBM, WA dan sebagainya. Di sana, banyak para wanita memajang foto-foto mereka. Tidak terkecuali mereka yang berjilbab, yakni mengenakan kerudung menutup kepala hingga dada kecuali muka. Berpakaian longgar dan tak transparan dengan menutup seluruh tubuh kecuali telapak tangan. Di beberapa negara, mereka sering menyebutnya sebagai hijab.

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya yang bukan muhrimnya”.

Hanya saja tampaknya dizaman now ini, kurangnya pengetahuan atau keinginan memperlihatkan tampilan asli tanpa jilbab atau ingin merasa lebih menarik dilihat lawan jenis. Membuat dirinya mengunggah foto tanpa jilbab dan bahkan menjadikan foto tersebut sebagai foto profil.

Padahal mereka mengetahui, bahwa fhoto dirinya yang di unggah di jejaring sosial seperti Facebook ataupun di WA dan lainnya, sama saja menyiarkannya ke banyak orang.

Kita tentu juga tahu, bahwa jejaring sosial itu adalah tempat umum (public space). Artinya, di sana tak hanya ada keluarga, tapi juga orang lain yang tidak kita kenal. Orang yang berperilaku baik ataupun sebaliknya, semua terdapat di sana. Mengunggah foto tanpa jilbab dan membiarkan dilihat banyak orang sama saja dengan membuka jilbab di depan umum alias tidak berjilbab.

Didalam islam mempertahankan jilbab dan menutup aurat itu wajib hukumnya, sementara berjejaring sosial itu hukumnya hanya mubah. Dan kalau menggunakan jejaring sosial membuat kita memajang foto tanpa hijab alias membuka jilbab, di sinilah hukum berjejaring sosial bisa menjadi haram.

Berjilbab itu harus ikhlas. Berhijablah karena Allah, Jika berjilbab karena Allah, kita akan berusaha mengikuti apa yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan dalam berjilbab. Yaitu, tidak membukanya di depan orang yang bukan muhrim di mana pun dan kapan pun. Didunia nyata atau di dunia maya, serta menutupi apa yang harus ditutupi meski hanya sehelai rambut.

Lelah berjilbab tapi tanpa keikhlasan atau keberpura-puraan, hanya akan menimbulkan kesia-siaan. Kalau mengaku berjilbab, tapi masih mengumbar foto-foto tanpa jilbab atau sebaliknya. Tentulah bakal menimbulkan beragam pertanyaan. Artinya, ikhlas atau tidaknya seseorang berjilbab bisa terlihat dari foto dirinya yang ia unggah.

Kita harus tahu, menjaga jilbab diri sendiri sama dengan menjaga kehormatan diri. Kegemaran mengunggah foto tanpa jilbab, tentulah akan membuat banyak orang berfikiran tidak baik.

Untuk mereka yang memiliki istri, saudara, atau teman yang telah berjilbab, kewajiban kita adalah turut menjaga jilbab mereka di dunia maya.

Menjaga jilbab istri, saudara perempuan, atau teman di dunia maya sama dengan menjaga kehormatan mereka karena hakikat jilbab itu adalah untuk menjaga kehormatan seorang perempuan. Kalau sebagai suami, saudara, atau teman kita malah membiarkan atau bahkan mengunggah foto tanpa jilbab mereka, sesungguhnya itu berarti kita tidak menyayangi mereka.

Mungkin kita bangga memiliki teman atau kekasih yang cantik dan ingin pamer di dunia maya. Tapi, apa manfaatnya untuk hidup kita? Dan kalau orang-orang sudah terpesona dengan kecantikannya, kita mau apa?

Terkadang ada yang berkilah, “Mungkin baru berjilbab.” Mungkin. Tapi, banyak yang sudah lebih dari satu dua tahun berjilbab melakukan hal ini. Menurut saya, ini masalah logika dan keinginan untuk berjilbab dan belajar berjilbab dengan baik saja, bukan masalah baru atau lama berjilbab. Bukan juga masalah dia keluaran institusi pendidikan Islam atau jebolan pesantren, yang sudah kenyang dan hapal dasar-dasar Islam. Itu bukan sebuah jaminan seseorang akan berjilbab dengan baik di dunia maya.

Wanita berhijab belumlah tentu baik imannya, tapi wanita yang ber-iman sudah pasti berhijab. Menutup aurat bukan berarti tidak berdosa, tapi menutup aurat sudah pasti mengurangi dosa, setidaknya dosa membuka aurat.

Berhijab belum tentu dekat dengan Allah, tapi sudah jelas ingin mendekatkan diri kepada Allah. Hijabmu menentukan pasangan hidup, karena wanita yang taat hanya dipilih oleh lelaki yang taat.

LEAVE A REPLY