Home BERITA TERBARU Festival Pamalayu, Memori Kejayaan Singasari Dan Tanah Melayu

Festival Pamalayu, Memori Kejayaan Singasari Dan Tanah Melayu

155
0
SHARE

Rangkaian Festival Pamalayu akan diadakan dalam kurun pada 22 Agustus 2019-7 Januari 2020, di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memiliki ragam acara, di antaranya lomba fotografi, menulis, lokakarya warisan kebudayaan, dan pesta rakyat.

“Festival Pamalayu ini menjadi pintu menjemput nilai-nilai tua di masa lalu,” kata Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, saat peluncuran Festival Pamalayu di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019.

Sutan menambahkan bahwa, pemilihan waktu akhir festival tersebut, 7 Januari 2020 bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Dharmasraya yang ke-16.

lebih jauh Sutan menjelaskan bahwa, Festival Pamalayu akan menjadi ajang untuk anak-anak muda mengenal lebih dekat sejarah masa lampau.

“Melalui Festival Pamalayu kami semai benih baru. Benih yang lama disimpan dari peradaban nenek moyang, kemudian ditawarkan untuk masa mendatang,” tuturnya.

Menurut dia pengetahuan kebudayaan dan sejarah yang akan dibagikan dalam Festival Pamalayu, merupakan keutamaan untuk para anak-anak muda. Ia pun mengumpamakan hubungan masyarakat dalam kehidupan pada masa lampu.

“Bayangkan pada zaman dahulu, tidak ada pesawat, mobil, kereta, tapi persahabatan antar pulau luar biasa melalui sungai, laut,” ujarnya.

“Dan itu berjalan dari pulau ke pulau membuat suatu persahabatan, kekuatan, kesatuan.” imbuh Sutan.

Adapun Pamalayu merupakan sebuah ekspedisi pada abad ke-13, atau 22 Agustus 1286. Ekspedisi itu dilakukan oleh Kerajaan Singasari untuk menjalin persahabatan dengan Malayu-Dharmasraya di bawah pemerintahan Raja Kertanegara, sebagai bentuk bala bantuan untuk mencegah invasi Kekaisaran Mongol yang dipimpin Kubilai Khan.

Peluncuran Festival Pamalayu juga mengadakan sesi bincang dalam ngobrol@tempo bertema ‘Menyingkap Tirai Sejarah Dharmasraya’.

Adapun yang menjadi pembicara selain Bupati Dharmasraya, yaitu Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, Peneliti Utama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo, dan pegiat sejarah dari Perkumpulan Wangsamudra Wenri Wanhar.

 

Shandi March | jakarta

LEAVE A REPLY