Home BERITA TERBARU Merayakan Dharmasraya, Ada Kopi Nikmat di Arena Festival Pamalayu

Merayakan Dharmasraya, Ada Kopi Nikmat di Arena Festival Pamalayu

11
0
SHARE

Pulaupunjung, Target Sumbar – Kepulan asap  menyembul dari secangkir kopi. Aromanya sedap menggugah selera. Apalagi, dinikmati di arena wisata komplek Candi Pulau Sawah. Pepohonan yang ridang dan semilir udara pagi yang sejuk, menambah nikmatnya seduhan kopi yang disuguhkan Leni, pedagang kopi asal Siguntur, Kecamatan Sitiung.

Ya, hari ini hari pertama Leni membuka gerai kopi di arena Candi Pulau Sawah. Ia bersama suaminya Edwar Marton memutuskan untuk membuka usaha kuliner di areal yang dijadikan sebagai lokasi pusat kegiatan Festival Pamalayu. Leni memilih untuk berjualan kopi dan panganan ringan lainnya seperti, kacang padi, kue talam ubi, panjaram, kue kue dari ubi. “Semuanya pangan lokal,” ujar perempuan berkacamata ini.

Menurut Leni, dirinya berniat membuka usaha lantaran ada informasi, bahwa Pemkab Dharmasraya  akan menggelar acara besar di Candi Pulau Sawah. Banyak warga yang memanfaatkan peluang tersebut untuk berjualan makanan dan minuman. Dalam sepekan belakangan sudah puluhan warga Siguntur membangun tenda di areal candi Pulau Sawah. Mereka menyediakan kopi mantap, indomie rebus, bakso, minuman kemasan, jeruk dan buah buahan lainnya.

Leni sendiri baru hari ini mulai membuka lapak. Dengan dua meja dan menghanpar tikar, Leni melayani pesanan indomie rebus, kopi mantap, aneka pangan lokal. Dagangan Leni dikemas semuanya dan tertutup. Tidak heran banyak kaum ibu yang memilih belanja di lapak milik Leni.

“Kopinyo Mantap,” kata Kabag Humas Budi Waluyo kepada H. Khairuddin, Kapala BKPSDM yang ikut nimbrung di lapak milik Leni. Malah Khairudin kemudian mencicipi kue yang terbuat dari ubi kayu. “Ko apo namoe ko,” kata kakek satu cucu yang wajahnya masih bertahan gagah ini, sambil mencomot kue talam ubi.

Dengan modal Rp 600 ribu, Leni merasa senang telah memanfaatkan peluang bisnis yang muncul dari Festival Pamalayu. “Itulah bentuk ekspresi Pamalayu yang ditunjukkan warga badarai,” ujar Kabag Humas Budi Waluyo. Semua warga boleh saja mengekpresikan dirinya terkait peran sertanya dalam alek kebudayaan terakbar di Ranah Minang.(rls)

LEAVE A REPLY