Home BERITA TERBARU Rugikan Warga Setempat, Diduga Proyek Siluman Modus Untuk Curang

Rugikan Warga Setempat, Diduga Proyek Siluman Modus Untuk Curang

82
0
SHARE

Padang, Target Sumbar – Sangat disayangkan, informasi yang seharusnya dapat diakses oleh masyarakat luas dengan mudah. Akan tetapi, tidak dengan proyek diduga siluman yang berada di Kec. Koto Tangah, Kota Padang. Pasalnya, proyek berbentuk pembangunan drainase, tepatnya dibatas kota RT 03/RW 01, Kayu Kalek, Kel. Padang Sarai, tidak diketahui jelas bentuk kegiatannya.

Dari awal pengerjaan hingga ditinggal selesai di dua hari yang lalu (09/10/19). Pihak kontraktor sengaja tidak memasang plang papan nama untuk mengaburkan informasi yang seharusnya diketahui masyarakat, sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008.

Dengan tidak dipasangnya papan nama, masyarakat menjadi kesulitan untuk turut mengontrol/mengawasi pembangunan tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah warga mempertanyakan profesionalitas kontraktor pelaksana, dan dianggap mereka betapa bobroknya kinerja Dinas terkait.

Apakah memang sengaja dibiarkan untuk dapat mengeruk keuntungan besar? Miris memang, namun demikianlah mungkin potret kinerja pemerintah terkait pembangunan drainase tersebut.

Afrizal Ujang Ketua RW setempat mengatakan, selama pembangunan drainase berlangsung hingga selesai dikerjakan, dirinya tidak pernah diberitahu oleh rekanan kontraktor bersangkutan. Dan ia tidak memahami apa bentuk kegiatan pembangunan tersebut.

“Apakah proyek itu merupakan pembangunan sebuah Drainase ataukah pembangunan sebuah Irigasi, saya tidak memahaminya”, sebut ujang.

Ditempat terpisah, salah seorang warga setempat bernama Tiswis, Jumat siang (11/10/19) kepada media ini menjelaskan. Dirinya merasa banyak dirugikan atas pembangunan drainase ini. Antara lain, kolam lele miliknya ditimbun oleh kontraktor saat pengerjaan penggalian bandar drainase, dengan janji akan diperbaiki kembali. Namun hingga pekerjaan ditinggal selesai, kolam lele miliknya dibiarkan tertimbun begitu saja, sebut Tiswis dengan nada kesal.

Selain itu sebut Tiswis, dua buah jembatan yang berada disamping rumahnya dan juga di dekat rumah tetangganya, dibongkar tanpa diganti/dibangunnya kembali. Padahal jembatan tersebut sebelumnya ia bangun dengan menggunakan dua buah polongan, sebutnya sembari menunjukan bekas titik lokasi jembatan miliknya itu.

Yang lebih parahnya lagi, lanjut Tiswis. Kali atau bandar lama milik masyarakat di saluran yang berbeda, ditutup begitu saja oleh kontraktor. Apabila hujan deras datang, dimungkinkan SDN 15 Kel. Padang Sarai akan mengalami kebanjiran akibat aliran/saluran air bandar/kalinya tertutup.

“Yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah, kenapa sepanjang lebih kurang 50 meter pembangunan drainase ini tidak dilanjutkan, padahal sudah digalinya. Akibat galian itu, menyebabkan tertimbunnya kolam lele saya”, terang Tiswis.

Seorang warga lainnya yang tinggal didekat proyek tersebut juga ikut menjelaskan, pembangunan drainase ala kontraktor siluman ini mulai dikerjakan yakni pada tanggal 14 Agustus 2019 hingga 09 Oktober 2019. Dan selama pekerjaan berlangsung, papan plang proyek tidak pernah di pasang, sedangkan pihak PU terkait hanya beberapa kali saja melihat pembangunan drainase ini, yaitu di bulan pertama pekerjaan berjalan, terang ia.

“Proyek siluman yang terkesan modus untuk berbuat curang, telah merugikan beberapa orang warga disini”, ungkapnya

Sementara itu, kontraktor pelaksana bernama Inal saat berulangkali dihubungi melalui via telponnya di No 0823817255XX pada jam 16.00 Wib (11/10) yang bersangkutan tidak bersedia mengangkat. Sedangkan orang kepercayaan kontraktor sekaligus pengawas/kepala tukang nan akrab di panggil Ijes di waktu yang sama, saat juga coba dihubungi melalui via selularnya di No. 0813742825XX, ternyata juga tidak mau menjawab telponnya.  (TIM).

LEAVE A REPLY