Home BERITA TERBARU Tim Sukses Telah Bersusah Payah, Terkadang Dicuekin Begitu Saja

Tim Sukses Telah Bersusah Payah, Terkadang Dicuekin Begitu Saja

231
0
SHARE

Tidak lama lagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 akan digelar. Banyak Bakal Calon (Balon) kepala daerah bermunculan. Namun tak sedikit diantara mereka telah melakukan sosialisasi ke tengah tengah masyarakat dalam memperkenalkan dirinya. Tentunya, hal itu dapat terlaksana berkat bantuan orang orang yang mempersiapkan segala bentuk strategi dan alur sosialisasi di lapangan, yang biasa disebut sebagai Tim Sukses.

Kali ini, menarik bagi saya menuliskan sedikit sudut pandang dari Tim Sukses para kandidat politik.

Pekerjaan menjadi Tim Sukses bukanlah sesuatu yang menyenangkan, sebab mereka (tim sukses) berupaya mengoptimalkan strategi dalam meyakinkan masyarakat agar menyukai kandidatnya.

Bahkan, tidak sedikit diantara mereka yang mengalami keributan di lapangan. Baik itu bersama masyarakat maupun rival politik sang kandidat. Nah, hal itulah yang harus siap diterima oleh para tim sukses dalam bekerja.

Tapi, apakah para kandidat dapat mengerti tentang kesusahan yang dialami oleh tim suksesnya? Tentunya mereka semua paham, karena berpolitik itu syaratnya musti cerdas dan politis. Anehnya, kebanyakan dari sikap para kandidat yang dikeluhkan berbagai tim sukses misalnya seperti sikap pura pura tidak mengerti, cuek dan tidak peka.

Sebut saja Jon, seorang tim sukses Bakal Calon Bupati salah satu Kabupaten di Indonesia. Dia telah mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan uangnya untuk mengapungkan sang kandidat yang ia pegang. Berbekal kedekatan, ia beranikan diri mengeksplorasi sang kandidat ke hadapan masyarakat. Setelah sekian bulan lamanya ia bekerja membuat nama Balon Bupati yang diusung Jon mulai dikenal oleh kalayak banyak.

“Saya sangat bersemangat sekali mengapungkan namanya (Balon Bupati) di tengah masyarakat, sampai mendapatkan kagum banyak orang”, papar Jon singkat.

Kemudian Jon yang telah bersusah payah bekerja selama ini untuk Sang Kandidat Bupati tersebut mendapat balasan sebaliknya. Bukannya penghargaan atau pujian yang ia terima, melainkan dirinya dengan mudah tergeser oleh tim sukses lainya.

“Setelah Balon saya terkenal, maka banyaklah orang yang menjilat kepadanya. Namanya kandidat haus dukungan ya menerima siapa saja yang baik maupun berpura pura baik mendekatinya. Tidak lama setelah itu, saya dicuekin dan diacuhkan begitu saja”, kesah Jon.

Kesimpulan dari cerita singkat Jon ini adalah kurangnya rasa menghargai dari sisi para kandidat politik. Biasanya, bercermin dari pemilihan umum sepanjang ini, kandidat kalah itu karena sering meninggalkan tim sukses berkualitasnya ditengah jalan.

Pesan saya, kalau mau menang, jangan suka meninggalkan orang yang berjasa. Sumpaahnya terkabul.**

LEAVE A REPLY