Home BERITA TERBARU Terkait Pernyataan Buya GUSRIZAL GAZAHAR, Ini Tanggapan Ramah Dewan Ulama Thariqah Indonesia

Terkait Pernyataan Buya GUSRIZAL GAZAHAR, Ini Tanggapan Ramah Dewan Ulama Thariqah Indonesia

855
0
SHARE

Kab. Solok, Target Sumbar – Dalam menghadapi pergantian tahun, ada ulama mengajak umat untuk tidak merayakannya, bahkan ada pula nan melarang menggantinya dengan kegiatan yang berbau ritual keagamaan, seperti berdzikir dan bershalawat.

Maka untuk menyikapi perbedaan tersebut, Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani Rois Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Internasional, Indonesia (DUTI) memberikan pendapatnya, yakni sepakat dan sangat setuju sekali untuk mengajak umat tidak merayakan pergantian tahun baru.

Untuk merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan bertahun tahun tersebut, tentulah dengan bijak kita menyikapinya. Jika memang kita melarang, harus ada dengan solusinya, apalagi kalender resmi dipakai oleh Negara kita masih menggunakan kalender Masehi.

Dalam memaknai kegiatan dzikir dan sholawat dalam pergantian tahun, Tuangku Syekh mengatakan, tidak dapat dilekatkan dengan dalil bid’ah, karena bukan sesuatu perkara ibadah.

Kegiatan dzikir dan sholawat, adalah perkara Riyadhah dan mujahadah (latihan dan kesungguhan jiwa) hanya menjadi penarik dan penyelamatan umat dari kegiatan yang sia sia bahkan dari perbuatan maksiat. Maka tak elok jika ada ulama yang membawa bawa ayat Qur’an, untuk melarang umat berdzikir dan bersholawat pada malam tahun baru Masehi.

Tuangku Syekh menghimbau, marilah kita saling mengormati dalam perbedaan pendapat dan sikap. Memberikan solusi masing masing dengan tujuan yang sama, yakni menghindari umat dari segala kegiatan nan dilarang oleh agama dalam pergantian tahun.

Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, serta iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik (istigfar dan berdzikir).Niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang mulia.

Diriwayatkan oleh: at-Tirmizi no.1988, dan Imam Ahmad (5/153, 158, 177, 236. Dan ad-Darimi (2/323), dan Hakim (1/45). (RED).

LEAVE A REPLY