Home BERITA TERBARU Sosok Sok Bersih Ini, Ternyata Penerima Suap Juga

Sosok Sok Bersih Ini, Ternyata Penerima Suap Juga

106
0
SHARE

Jakarta, Target Sumbar – Selama Pemilu 2019 Wahyu Setiawan adalah ‘jubir’ Komisi Pemilihan Umum. Dia selalu tampil dalam berbagai forum diskusi dan perdebatan baik sengit.

Komisioner kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah ini lebih tepat disebut bamper KPU ketika wasit pemilu itu dituding melakukan kecurangan atau berpihak pada petahana.

Wahyu yang kurus, jangkung dan beruban serta tak lepas dari kemeja batik dalam berbagai forum selalu tegar dan tangguh ketika didebat dan dipojokan lawan dalam forum ILC tvOne misalnya.

Pernyataannya selalu lugas dan meyakinkan. Dia tidak gentar walau dikeroyok dari berbagai penjuru mata angin.

Tapi, Wahyu Setiawan rupanya harus terpeleset bahkan mungkin tersungkur bukan karena pendapat dan argumennya. Tapi mungkin tergiur oleh syahwat di luar tugas utamanya.
Kenapa seorang komisioner KPU yang sudah digaji negara lumayan besar dengan berbagai tunjangan masih tergiur suap. Apalagi susah mengelak karena Wahyu Setiawan tertangkap tangan.

Wahyu Setiawan pun bukan seorang komisioner kacangan. Legitimasinya sangat kuat karena dipilih DPR. Lihat saja perolehan suaranya paling besar bahkan jauh mengalahkan Ketua KPU Arief Budiman.

Ini bukti perolehan suara komisioner KPU RI periode 2017-2022 saat dipilih DPR masing-masing Ilham Saputra (54 suara), Evi Novida Ginting Manik (48 suara), Wahyu Setiawan (55 suara), Pramono Ubaid Tanthowi (55 suara), Hasyim Asy’ari (54), Arief Budiman (30 suara) dan Viryan (52 suara).

Wahyu Setiawan lahir di Banjarnegara 5 Desember 1973. Ia pernah menjadi Ketua KPU Kabupaten Banjarnegara selama dua periode yakni 2003-2008 dan 2008-2013.

Alumnus Fisip Universitas 17 Agustus 1945 Semarang pada 1997 ini kemudian melanjutkan master di Program Pascasarjana Ilmu Administrasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, pada 2007.

Ah, sayang Wahyu yang begitu cool ketika berdebat tidak akan lagi tampil di sejumlah forum diskusi dan program televisi.

Wahyu Setiawan harus jatuh dari ruang terhormat di Jalan Imam Bonjol ke Hotel Prodeo di Kuningan.

LEAVE A REPLY