Home DHARMASRAYA Jalan Regit Beton Padat Karya Aur Kuning Dipertanyakan, Warga : Terindikasi Berbau...

Jalan Regit Beton Padat Karya Aur Kuning Dipertanyakan, Warga : Terindikasi Berbau Korupsi

39
0
SHARE

Dharmasraya, TS – Ada enam manfaat dari Jalan Regit beton padat karya bagi sebuah Desa (Nagari), antara lain ; dapat menjadi produksi dan nilai tambah bagi sebuah Desa atau Nagari, memperluas kesempatan kerja sementara, penciptaan upah atau tambahan pendapatan. Selain itu, dapat memperluas mutu dan akses pelayanan dasar, penurunan angka stunting dan terbukanya desa terisolir.

Begitu juga dengan jalan Regit Beton di Jorong Aur kuning, Nagari Batu Rijal, Kecamatan Padang Laweh Kabupaten Dharmasraya, yang sedang dikerjakan tersebut harus sesuai harapan Pemerintah dan masyarakat Nagari sekitar. Selanjutnya dapat mengacu pada aturan teknis atau speksifikasi teknis. Artinya, jangan sampai ada kesan korupsi didalam pelaksanaannya.

“Pembangunan jalan Regit Beton di jorong Aur kuning ini, pengerjaannya terkesan asal jadi atau tidak sesuai spek. Pasalnya, penggunaan material sirtu (pasir dan batu) terlihat batunya rata rata berdimensi 5,6, bahkan ada yang lebih besar dari ukuran ini”, ungkap salah seorang warga yang minta untuk tidak disebutkan namanya, Jumat (08/10/21).

Seharusnya besaran batu atau dimensi batu yang layak digunakan mustinya berukuran/berdimensi 2,3 hingga 2,6 agar kualitas beton dapat bertahan lama, terang ia.

“Anggaran yang di pergunakan untuk pembangunan jalan Regit Beton itu diperkirakan bernilai lebih dari 100 juta rupiah”, tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Jorong Aur Kuning yang akrab disapa Man saat dikonfirmasi di lokasi pekerjaan mengatakan bahwa dirinya sebagai pelaksana berjanji memperbaiki kesalahan pada pengerjaan jalan Regit Beton terkait pemakaian material sirtu.

“Material yang dipergunakan akan kami sesuaikan dengan aturan dalam Spek (RAB). Seperti pemakaian material sirtu yang campuran batu berdimensi 5,6 itu akan dikeluarkan dan diganti dengan batu kerikil ukuran 2,3. Begitu juga menyoal Plank Proyeknya, akan kami pasang”, ungkapnya.

Dilain kesempatan, Burhanudin, Wali Nagari Batu Rijal ketika dikonfirmasi via selulernya menyebutkan bahwa bila ada kesalahan pada pekerjaan pembangunan Regit Beton Aur Kuning, maka saya akan memanggil semua Tim yang terlibat sebagai pelaksana jalan Regit Beton tersebut.

“Kepala Jorong yang merangkap sebagai Pelaksana Padat Karya Jalan Regit Beton di Jorong Aur kuning. juga akan saya panggil ke kantor Wali Nagari Batu Rijal pada esok hari”, terangnya.

Saya sebagai Walinagari Batu Rijal sangat mengharapkan pekerjaan Regit Beton dapat mengacu pada Spek dan Undang – undang tentang Dana Desa yang telah ada. Setelah itu, hasil dari pertemuan atas pemanggilan tersebut nantinya akan saya kirimkan Fotonya kepada pak Anton selaku wartawan, ungkap Burhanudin kepada awak media ini.

Kabid Tata Pemerintahan Nagari, Sasrawati dikantornya saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan bahwa ia akan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan bersama Tim.

“Saya akan menemui Walinagari Batu Rijal dalam hal informasi yang saya terima ini. Meskipun anggaran Operasional tidak ada, saya bersama tim akan turun lansung ke nagari batu Rijal terutama ke lokasi kerja jalan Regit beton jorong Aur kuning tersebut”, pungkasnya terdengar tegas, Sabtu (09/10/21)..

Menyikapi adanya indikasi ketidaksesuaian spek terkait pengerjaan jalan Rebat Beton di Jorong Aur Kuning, Nagari Batu Rijal, ditanggapi tegas sekaligus berisikan nasehat dari Ketua LSM Tipikor RI Provinsi Sumbar, Imam Sodikin.

Dikatakan Imam Sodikin, dirinya sebagai Ketua LSM Tipikor RI Provinsi Sumbar mengharapkan agar Dinas Terkait. Antara lain Camat Padang Laweh, Inspektorat dan Kejari Kabupaten Dharmasraya menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.

Bila didapati ada unsur korupsi dalam pelaksanaan jalan Regit Beton di jorong Aur Kuning, Nagari Batu Rijal, kata Imam Sodikin. Adalah kewajiban bagi Inspektorat atau pihak Penegak Hukum melakukan pengecekan lapangan. Sekira ditemui kesalahan dalam pengerjaannya, maka harus ditindak sesuai aturan dan hukum berlaku.

Menurut Imam, dalam proses pembuatan atau pembangunan jalan Rabat Beton berskala desa. Tentunya perlu diperhatikan hal yang bersifat kepada teknis, dan ini tidak boleh diabaikan karena akan berakibat fatal atau berkurangnya kualitas dari hasil rabat beton yang dibangun bila pengerjaannya tidak sesuai aturan.

“Sekarang ini yang sering kita lihat. Pembangunan rabat beton disetiap desa rawan rusak sebelum waktu yang seharusnya. Ini dikarenakan oleh tatacara dan proses pada saat pembuatan, jauh melenceng dari pada Juknis yang ada”, tukasnya.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan rabat beton ungkap Imam Sodikin, adalah menyoal kondisi tanah lokasi. Dimana kita harus memperhatikan countur tanah lokasi rencana pembangunan rabat beton, karena ini sangat berpengaruh kepada bentuk desain yang akan dibuat dan alat apa saja yang akan dipergunakan.

“Material yang digunakan harus sesuai spek, jangan menggunakan Sirtu (Pasir dan Batu) yang kotor. Karena secara teknik tidak diperbolehkan, sebab akan berakibat pada campuran takaran semen nantinya”, imbuh Imam.

Takaran dan Tatacara Campuran

Dalam menentukan Takaran Campuran, kita harus melihat kembali analisa yang digunakan pada saat hitungan RAB. Dalam analisa teknik terdapat beberapa takaran tergantung analisa. Misalnya dalam hitungan/analisa menggunakan K125, maka takarannya 1:3:5, artinya 1 Semen, 3 pasri, dan 5 kerikil. Namun apabila dalam hitungan menggunakan K175, maka takarannya 1:2:3, artinya 1 Semen, 2 Pasir dan 3 Kerikil, sebut Imam Sodikin menyinggung sedikit terkait teknis pengerjaan Rabat Beton.

Kembali menyoal berbuat korupsi, lanjut Imam Sodikin meneruskan. Korupsi itu dosa besar, Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah) melarang keras kita berbuat korupsi.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memperoleh harta dengan jalan yang batil dan bertakwalah kamu. Pelaku korupsi akan dibelenggu atau akan membawa hasil atas korupsinya di hari kiamat

“Bagaimana bisa kita menyedekahkan sebagian harta yang bukan menjadi hak kita (hasil korupsi), tentu saja hal itu adalah sesuatu yang haram, sehingga berdampak bagi pelakunya yaitu bisa menghalangi terkabulnya doa yang ia panjatkan”, tutup Imam Sodikin menyampaikan pesan kerohanian. (Anton/Tim).

LEAVE A REPLY