Home BERITA TERBARU Tuntutan Tak Ditanggapi, Sisilia Weking Merasa Makin Disengsarakan PT.SP (bag 19)

Tuntutan Tak Ditanggapi, Sisilia Weking Merasa Makin Disengsarakan PT.SP (bag 19)

289
0
SHARE

Padang, targetsumbar.net – Tampaknya berbagai persoalan di PT.Semen Padang yang cukup beragam ini, memang semakin menarik untuk dikupas satu persatu. Melanjutkan pemberitaan (bag 18) ternyata perseteruan antara PT.SP dengan Sisilia Weking, hingga berita ini diturunkan belum juga menemui titik terang. Namun justru yang terjadi malah sebaliknya, Sisilia Weking merasa makin disengsarakan.

Kembali dipaparkan Sisilia ketika dikonfirmasi dirumahnya di jalan Karang Putih, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kamis (31/12/15). Terkait perjalanan perjuangannya dalam menuntut hak atas tanah kaumnya kepada PT.SP. Selain tidak ditanggapi malahan ia merasa makin disengsarakan karena sumber keuanganya yang berhubungan dengan PT.SP diputus secara sepihak. “Saya sadar bahwa tindakan licik yang dimainkan pejabat PT.SP kepada saya bertujuan untuk menyengsarakan ekonomi saya”, jelasnya.

Dengan tegas disampaikannya, meskipun sumber keuangannya ditutup total oleh PT.SP. Namun bukan berarti perjuangannya akan berhenti atau menyerah untuk terus menuntut haknya ke PT.SP itu, karena baginya PT.SP harus memberikan uang santunan atau kompensasi terhadap jalan yang dilewati setiap harinya sepanjang lebih kurang 300 M2 di atas tanah milik kaumnya, untuk kepentingan lalu lintasnya kendaraan operasional PT.SP menuju bukit kapur karang putih.  “Jalan tersebut telah dimanfaatkan oleh PT.SP semenjak tahun 1963”, tutur Sisilia.

“Sekarang ini pejabat PT.SP sepertinya dengan sengaja telah mempermainkan saya sekaligus menyengsarakan saya, namun tindakan yang dilakukannya itu akan semakin menambah keberanian saya” terangnya lagi.

Terpisah, Ketua LSM LP.KPK (Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan) Sumbar, Zulkarnaini. SH. Menyikapi persoalan ini, dengan santai dikatakan bahwa PT.SP telah melakukan kesalahan besar terkait tindakan semena-mena PT.SP kepada Sisilia. Seharusnya PT.SP mengedepankan hak asasi seseorang (HAM), kalau ia (Sisilia) tidak memiliki dasar yang kuat akan hak atas tanah kaumnya tersebut tentu ia tidak mungkin menuntut PT.SP. apalagi perjuangannya itu sudah berlangsung selama puluhan tahun. Apakah PT.SP tidak memiliki orang yang mampu untuk melakukan mediasi, tutupnya. Bersambung (Akmal/TIM)

Ikuti ulasan satu persatu jeritan puluhan warga Sikayan Mansek dan Warga Ngalau Bribuik  setelah dilakukan KUESIONER.