Home BERITA TERBARU Penggiat Anti Narkoba Dikukuhkan, Ruang Gerak Narkoba Semakin Sempit

Penggiat Anti Narkoba Dikukuhkan, Ruang Gerak Narkoba Semakin Sempit

282
0
SHARE

PADANG, TS – Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Padang, H. Emzalmi melantik Penggiat Narkoba yang telah dibentuk di masing-masing kecamatan di kota tersebut. Kali ini baru di dua kecamatan yang dikukuhkan, yakni Kecamatan Nanggalo dan Koto Tangah yang dilangsungkan di Aula Bagindo Aziz Chan Balaikota, Rabu (7/12).

Emzalmi mengatakan, BNK Padang telah menyusun program kerja di 2016. Diantaranya melakukan sosialisasi, penyuluhan, kemudian membentuk Penggiat Narkoba di setiap kecamatan disertai melaunching kampung yang bebas dan bersih dari barang haram tersebut. Upaya semua itu dilakukan BNK, tidak terlepas dari koordinasi dan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, bersama kepolisian terkait penindakan dan rehabilitasi bersama pihak rumah sakit.

“Hari ini kita mengukuhkan Penggiat Narkoba di Kecamatan Nanggalo dan Koto Tangah. Disamping dikukuhkan mereka juga diberikan sosialisasi berupa pembekalan, penyuluhan, dan pencerahan. Sehingga dengan itu, semua Penggiat Narkoba ini, akan menjadi ujung tombak di kecamatan dan kelurahannya masing-masing. Mulai dari melakukan penyuluhan, tindakan preventif serta melaporkan bagi siapa saja yang melakukan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.

Wakil Walikota Padang tersebut mengatakan, dalam pencegahan dan penanggulangan narkoba pemerintah memang tidak mungkin bekerja sendirian. Sehingga itu memerlukan keterlibatan dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat. Diantaranya tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, alim ulama, ninik mamak dan juga ibu-ibu majelis taklim.

“Sebagaimana sesuai falsafah minangkabau yang dikenal tri daya atau (tigo tunggu sajarangan dan tali tigo sapilin-red), maka itu yang paling penting. Sehingga dengan adanya kebersamaan seluruh elemen masyarakat, diyakini akan membuat ruang gerak bagi pengedar, pengguna ataupun bandar narkoba semakin sempit dan sulit. Jadi, tidak ada lagi ruang bagi mereka di Kota Padang ini,” sebutnya.

Kemudian tambahnya lagi, terkait Penggiat Narkoba di Kota Padang hingga saat ini baru 3 kecamatan yang telah terbentuk diantaranya Kecamatan Nanggalo, Koto Tangah dan Padang Barat. Selanjutnya akan diikuti kecamatan lainnya, dimana untuk satu kecamatan akan ada satu kampung yang bebas dan bersih narkoba sebagai pilot projeknya.

“Dalam semua upaya ini, memang sangat mengharapkan keterlibatan semua unsur. Baik jajaran pemerintahan kecamatan dan kelurahan, Ketua LPM, RW dan RT serta Unsur Muspika di kecamatan. Karena untuk diketahui, kasus narkoba di Padang cenderung terus meningkat. Dimana pada 2016 sampai November ini telah mendapati hampir 200 kasus, dibandingkan tahun 2015 lalu ada 204 kasus. Berbagai elemen terkena dari penyalahgunaan narkoba ini, namun yang mendominasi umumnya para remaja atau yang pengangguran,” pungkasnya. (David)