Home BERITA TERBARU Pria Lugu Ini Merasa Ditipu, “Yusliana Dilaporkan Ke Polisi”

Pria Lugu Ini Merasa Ditipu, “Yusliana Dilaporkan Ke Polisi”

298
0
SHARE

Padang, TS – Masyarakat mesti hati-hati jika melakukan transaksi jual beli terhadap sebidang tanah. Bila ceroboh, bakal tidak mungkin masuk perangkap alias kena tipu. Modus penipuan jual beli tanah oleh para pelaku sekarang ini dilakukan dengan berbagai macam cara. Seperti yang di alami oleh Ari Syafrianto (29 th) warga Kampung Tanjung, RT 003, RW 013, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, yang mengakibatkan korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp. 85.000.000.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat korban bernama Ari Syafrianto, ditawarkan sebidang tanah oleh pelaku bernama Yusliana (52 th), warga Tunggul Hitam, tepatnya di Jalan Kartika I, RT. 003, RW. 001, Kel. Bungo Pasang, Kec. Koto Tangah, Kota Padang.

Adapun tanah yang ditawarkan Pelaku terletak di RT. 002, RW. 012, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Adapun dasar kepemilikan tanah Yusliana ini didasari dengan Surat Pernyataan tertanggal 29 Maret 1995. Entah kenapa, hanya dengan modal surat tersebut, membuat korban langsung yakin kalau sebidang tanah itu memang milik pelaku (Yusliana).

“Kami memang belum lama saling kenal. Kala itu, Yusliana dengan panjang lebar menyakinkan saya bahwa tanah tersebut merupakan sah tanah miliknya, seluas lebih kurang 400 Meter dengan disertai surat Alas Hak kepemilikannya. Dengan dasar itu, saya pun mempercayai saja. Setelah itu, harga tanah seluas 400 meter ini disepakati sebesar Rp. 75 juta”. Ungkap Ari kepada media ini dengan wajah terlihat lesu.

Dengan komitmen, Yusliana sepenuhnya bertanggungjawab untuk membantu korban untuk melakukan proses pendaftaran penerbitan sertifikat di BPN, dan berikut mendampingi penguasaan fisik bidang tanah tersebut hingga dilakukan pembangunan, papar Ari.

Singkat cerita, kami pun sepakat dengan membuat “Surat Perjanjian Jual Beli (PPJB)” di notaris Yuliarni SH, bertempat di Jalan S.Parman, No 107, Lolong Padang, Kota Padang.

Ketika itu, dirinya memang tidak berasa ragu atau bimbang kerana ia yakin bahwa proses kedepannya bakalan lancar setelah PPJB selesai di buat. Namun selang berapa lama selesai melakukan pembayaran pelunasan atas tanah tersebut sebesar Rp. 75 juta, yakni tanggal 23 Juli 2017 lalu, persoalan tak mengenakan pun muncul.

Malang bagi Ari, 4 hari setelah pelunasan, sewaktu dirinya (Ari) mendatangkan material batu, pasir dan semen untuk membangun pondasi. Tiba-tiba saja, ia didatangi oleh beberapa orang yang tidak dikenal, dan mereka mengaku kalau tanah itu merupakan tanah milik mereka, papar Ari lagi.

Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, “Saya langsung memberitahukan persoalan tersebut kepada Yusliana bahwa ada beberapa orang yang protes atas tanah yang dijualnya itu. Anehnya, Pelaku justru tidak mau membantu menyelesaikannya alias lepas tangan” tutur Ari.

Dari hasil pantauan awak media ini, terlihat korban tak terima kalau dirinya merasa telah ditipu oleh pelaku, dan akhirnya, Sabtu,( 02/09/2017) korban melaporkan Pelaku (Yusliana) ke Polsek Koto Tangah, Kota Padang, dengan Laporan Polisi, No STBL/552/K/IX/2017. (TIM)

Bersambung…. .

LEAVE A REPLY