Home BERITA TERBARU Penyusunan dan Review Kajian Risiko Bencana Regional 2

Penyusunan dan Review Kajian Risiko Bencana Regional 2

243
0
SHARE

Tidore,TS  – Banyaknya kejadian bencana yang terjadi belakangan ini di Kota Tidore Kepulauan, mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, ini menandakan bahwa Kota Tidore Kepulauan juga termasuk dalam kawasan rawan bencana.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Thamrin Fabanyo, pada kegiatan Workshop Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan dan Review Kajian Risiko Bencana Regional 2 Tahun 2017 di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota, Jumat (22/9).

Dikatakan, kejadian bencana berupa banjir gelombang pasang, kekeringan dan juga tanah longsor tersebut memberikan pengaruh yang negatif kepada berjalannya roda pemerintahan maupun kehidupan masyarakat.

“pengaruh negatif yang terjadi akibat kejadian-kejadian tersebut apabila dicermati bersama, pada dasarnya dapat dikurangi apabila kita memiliki data dan analisa yang memadai dalam hal pengkajian risiko bencana,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Thamrin berharap kepada seluruh peserta workshop agar benar-benar mengikuti kegiatan ini dan memberikan masukan kepada tim penyusun agar menghasilkan dokumen kajian risiko bencana yang bermanfaat bagi Kota Tidore Kepulauan.

Sementara itu, Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Asfhirmanto Adi mengatakan sebagaimana yang diketahui bersama “amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 dalam bidang penanggulangan bencana adalah menurunkan indeks risiko bencana di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya di 136 kabupaten/kota prioritas”ungkapnya.

Lanjut,Dimana Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu prioritas dengan sektor indeks risiko sebesar 164 atau tergolong berisiko tinggi berdasarkan IRBI yang dikeluarkan BNPB pada tahun 2013. Hal ini menunjukan bahwa potensi risiko yang ada dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan yang massif.

Untuk itu, BNPB memfasilitasi kegiatan ini sebagai salah satu upaya menurunkan indeks risiko bencana di Kota Tidore Kepulauan. Kajian ini akan berfokus untuk menganalisis tingkat bahaya, kerentanan, dan kapasitas di wilayah Tidore. Tujuannya adalah menunjukan sebaran wilayah mana saja yang memiliki risiko tinggi terhadap jenis bencana tertentu.

Dalam laporan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dahlan Yusuf mengatakan “Kota Tidore saat ini belum memiliki dokumen kajian risiko bencana”pungkasnya

yang nantinya digunakan sebagai acuan untuk penyusunan kebijakan umum yang digunakan sebagai acuan untuk penyusunan kebijakan umum yang nantinya dituang ke dalam dokumen Rancangan Penanggulangan Bencana Daerah yang akan menjadi landasan penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana.

Sehingga Kegiatan yang dilaksanakan oleh BNPB melalui kontrak kerja dangan PT. WAINDO SPECTERRA menjadi hal yang penting dalam rangka penyiapan data-data yang digunakan dalam penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana di Kota Tidore Kepulauan.Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti sebanyak 65 orang peserta, yang terdiri dari perwakilan OPD terkait sebanyak 20 orang dan perwakilan dari Kecamatan, Kelurahan dan Desa sebanyak 45 orang.(kd)

LEAVE A REPLY