Home DHARMASRAYA Bantu Korban Semeru, Bundo Kanduang Dharmasraya Gotong Royong Masak Rendang 1 Ton

Bantu Korban Semeru, Bundo Kanduang Dharmasraya Gotong Royong Masak Rendang 1 Ton

41
0
SHARE

Dharmasraya, Target Sumbar – Ratusan Bundo Kanduang (kaum ibu) Kabupaten Dharmasraya memasak rendang sebanyak satu ton untuk korban erupsi Gunung Semeru, Rabu (8/12). Rendang ini akan diantar dan dibagikan langsung Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan ke Kabupaten Lumajang.

“Ini sebagai bukti bahwa kita bersaudara. Para Bundo Kanduang ini dengan sukarela berkumpul di sini untuk berpartisipasi dalam meringankan beban korban terdampak erupsi Gunung Semeru,” kata Sutan Riska.

Sutan Riska ikut hadir dan aktif dalam kegiatan memasak satu ton rendang dari 9 ekor sapi yang digelar di kawasan Sentra IKM Logam ini.

“Kenapa kita memilih rendang, karena daging sapi penuh protein. Kemudian masakan rendang juga penuh dengan antioksidan yang diproduksi dari bumbu rempah,” tambah Sutan Riska yang sekarang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini.

Rendang penuh gizi, menurut Sutan Riska, rendang juga praktis, bisa dimakan langsung dan tahan lama.

Selain itu, papar Sutan Riskan, rendang memiliki daya tahan hingga beberapa bulan. Sehingga seringkali dijadikan sebagai makanan yang kerap di bawa oleh para jamaah yang hendak ke tanah suci sebagai bahan makanan selama di tanah suci. Keunikan lainnya yang dimiliki rendang adalah semakin sering di panaskan akan semakin lezat, meskipun tanpa ditambahkan bumbu-bumbu lainnya.

“Kita berharap dengan makan rendang, para korban gunung Semeru di Lumajang yang terdampak, terutama di camp pengungsian, bisa terjaga imun mereka. Karena masakan Minang, apalagi rendang, mengandung banyak rempah yang baik untuk kesehatan,” tambah Sutan Riska.

Menurut Sutan Riska kegiatan sosial ini adalah bentuk gotong royong sesama rakyat Indonesia dalam membantu meringankan beban keluarga sebangsa yang sedang terkena musibah.

“Mungkin bantuan ini tidak seberapa, tapi semangat gotong royong dan kepedulian dengan sesama ini yang membuat saya terharu. Bayangkan kalau kita satu bangsa ini selalu hadir dan bergandeng tangan untuk saling membantu, Insyaallah tidak kita bisa melewati tiap ujian dan cobaan ini,” kata Sutan Riska.

Sutan Riska berharap rendang ini menjadi pesan kepada korban erupsi Gunung Semeru bahwa mereka tidak sendiri. Rendang ini adalah bukti bahwa kami dari pelosok Dharmasraya hadir untuk menguatkan sanak saudara di Lumajang yang terdampak erupsi Semeru.

Sutan Riska akan mengantarkan langsung rendang ini ke Lumajang sekaligus menyerahkan bantuan dari APKASI bersama bupati pengurus APKASI lainnya.

Sementara itu, para Bundo Kanduang yang terlibat sangat antusias mengikuti kegiatan sosial ini.dengan berbagi tugas, masing masing saling bergantian mengaduk masakan rendang yang menimbulkan aroma cukup sedap.

“Ketika saya mendapat kabar Bupati mengajak Bundo Kanduang memasak rendang untuk dikirim ke Lumajang, dengan sukarela saya datang ke sini membawa alat dan bahan masak semampu saya,” kata Refi, salah satu Bundo Kanduang yang ikut acara tersebut.

Menurut Refi, rendang ini akan dimasak sekaligus dan di-packing secara bagus agar aman selama perjalanan menuju Lumajang, sehingga dapat dinikmati para korban erupsi Gunung Semeru.

“Saya dengan penuh semangat mengaduk rendang ini selama tiga jam. Saya aduk dengan sepenuh hati sambil membayangkan nasib saudara-saudara kita yang berada di sana. Semoga mereka bisa makan yang lahap dengan rendang ini,” tambah Refi.

Seperti yang kita tau bahwa dibalik kelezatan rendang, ada beberapa keunikan dan fakta tentang rendang, antara lain :

Pertama, Semakin lama di simpan, maka rendang akan semakin enak. Karena rendang merupakan makanan yang mampu bertahan selama 3 bulan tanpa harus dipanaskan kembali.

Kedua, Rendang adalah masakan asli Indonesia yang merupakan khas Sumatera Barat yang telah di kenal di seluruh dunia. Dan hebatnya, rendang menjadi makanan nomor satu dalam World’s 50 Delicious Food versi CNN Internasional.

Ketiga, Rendang merupakan olahan kreatif masyarakat Sumatera Barat yang konon dahulunya disajikan untuk raja serta kalangan bangsawan.

Ke-empat, untuk memasak Rendang menjadi nikmat dan lezat, harus menggunakan santan dari kelapa yang tua untuk mendapatkan rasa gurih di balik lemak yang terkandung hanya dari kelapa yang tua.

Dalam berbagai festival kuliner di internasional, masyarakat Eropa sering mencari rendang sebagai kuliner untuk di cicipi.

Pada awalnya Rendang di buat karena masyarakat Sumbar membutuhkan makanan yang dapat di bawa kemana-mana lebih dari 2 bulan. Karena seperti yang telah diketahui, secara umum masyarakat Minangkabau mayoritas merantau. Termasuk untuk bekal ketika naik haji, karena jaman dahulu memakan waktu berbulan-bulan dalam perjalanan ke Mekah. Maka dari itu rendang diawetkan dengan cara dikeringkan. (Humas/RED).

LEAVE A REPLY